Berita

Nusantara

Rizal Ramli Bisa Ubah Ibukota Jadi Lokomotif Pembangunan Berperadaban

SENIN, 22 AGUSTUS 2016 | 13:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Meskipun belum pernah menyatakan siap maju Pilkada DKI Jakarta 2017, tapi nama Rizal Ramli terus berkibar di ranah politik Ibukota. Banyak yang berharap tokoh yang sudah teruji integritas dan kapasitas kepemimpinannya ini mau mengubah Ibukota menjadi lokomotif pembangunan yang berperadaban.
 
Lebih daari 30 organisasi massa, baik yang bersifat nasional maupun lokal (Jakarta) menginginkan agar mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu mau mengisi kekosongan kepemimpinan yang mumpuni di Ibukota. Sanggupkah?
 
"Jangankan mimpin Ibukota, jadi pemimpin nasional saja Rizal Ramli sanggup, dan itu sudah dia dibuktikan saat menjabat Menko Maritim," kata Pimpinan Pondok Pesantern Tebu Ireng (Jombang) KH. Solahuddin Wahid kepada wartawan di kantor Rizal Ramli di kawasan Tebet, Jakarta, belum lama ini.
 

 
Adik almarhum Presiden Kelima RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang akrab disapa Gus Solah ini menemui Rizal Ramli selain untuk memberi support pasca dicopot Presiden Joko Widodo dari kabinet setelah menyatakan perang kepada pengembang pencemar laut yang melakukan reklamasi pantai utara Jakarta secara melawan hukum, juga mengingatkan agar Rizal memperhatikan aspirasi masyarakat yang mengharapkannya tampil sebagai pemimpin di Ibukota.

Tokoh demokrasi yang juga orang dekat Rizal, Adhie M Massardi, mengapresiasi dukungan para tokoh, ormas, dan kelompok masyarakat kepada Rizal terus mengalir deras karena alasan yang jelas. Dukungan disampaikan bukan karena alasan emosional tetapi karena melihat track record Rizal.

Warga Batak Jakarta misalnya mendukung Rizal karena melihat karya nyatanya saat menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya menginsiasi lahirnya  Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba sehingga memungkinkan Danau Toba menjadi industri pariwisata penting yang bisa menyaingi Bali. Warga Maluku Jakarta terkenang dengan Rizal atas perjuangannya mewujudkan skema pengelolaan Blok Masela di darat (onshore) karena akan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar sehingga mereka bisa lebih sejahtera.

Warga Flores Jakarta mendukung Rizal karena terobosannya menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana dengan membangkitkan pariwisata Labuan Bajo. Kemudian warga Papua Jakarta mendukung Rizal antara lain karena sikap lantangnya menolak perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Bagi Rizal, perpanjangan kontrak hanya akan memperpanjang kerugian yang dialami Indonesia tak terkecuali masyarakat Papua.

Adhie mengatakan setelah 71 tahun Indonesia merdeka, kita belum punya pola pembangunan yang jelas. Tetapi Rizal sudah punya terutama dalam hal bagaimana mengelola potensi bangsa dan alamnya.

"Dia (Rizal Ramli) bisa mengubah Jakarta dengan kemampuanya menjadi lebih beradab. Ibu kota bisa menjadi kiblat pembangunan sesuai Tri Sakti bagi daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.

"Tapi soal maju di Pilkada DKI seratus persen urusan partai politik. Berpulang kepada partai politik apakah mau mengelaborasi kehendak rakyat atau tidak," kata Adhie yang pernah bertugas menjadi Jurubicara Presiden di era Pemerintahan Presiden Gus Dur. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya