Berita

Retno Lestari Priansari Marsudi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Retno Lestari Priansari Marsudi: Ini Bukan Pekerjaan Mudah, Namun Kita Terus Berupaya Bebaskan Sandera

SENIN, 22 AGUSTUS 2016 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Dubes Belanda untuk Indonesia ini punya banyak sekali PR dalam hal upaya perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Persoalan terkait perlindungan WNI di luar negeri itu di antaranya adalah; penyanderaan 11 WNI yang dilakukan kelompok teroris Abu Sayyaf Di Filipina. Di Turki beberapa mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana diamankan otoritas set­empat karena diduga terlibat dalam peristiwa kudeta di Turki beberapa waktu lalu.
 
Terkait kasus penyanderaan di Filipina kabar terbaru menyebut­kan dua orang dari 11 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf berhasil kabur. Kedua WNIitu adalah; Muhammad Sofyan dan Ismail. Keduanya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) tunda TB. Charles yang diculik Abu Sayyaf pada 20 Juni lalu.

Saat ditemui di Jakarta, Menteri Retno memastikan, kondisi keduanya dalam keadaan baik saat dibebaskan. Saat ini, kata Retno, pihaknya sedang mem­persiapkan proses pemulangan kedua ABK tersebut. "Tadi pagi (kemarin) saya sudah berbicara dengan Dubes RIdi Manila. Sejak kemarin sandera yang berhasil bebas sudah berada di Zambuanga dan dalam keadaan sehat. Dubes sudah bertemu den­gan mereka dan kondisinya sehat. Proses pemulangan sedang diper­siapkan," ucap Retno. Berikut ini petikan wawancaranya;


Dua sandera WNI justru berhasil kabur meloloskan diri dari penyanderaan Abu Sayyaf, tanpa melalui upaya pemerin­tah. Sebenarnya sejauh ini apa sih kerja pemerintah untuk membebaskan mereka?
Untuk kasus penyanderaan dari waktu ke waktu terus diupaya­kan untuk diselesaikan secara bersama dalam satu crisis center di Kemenkopolhukam. Di mana beberapa pihak terkait seperti Menhan, Menlu, Panglima TNI, Kepala BIN, melakukan kordi­nasi dalam rangka menyelemat­kan warga negara kita dari san­dera. Dan dari waktu ke waktu, bahwa keselamatan para sandera menjadi acuan utama dan pemer­intah bekerja seoptimal mungkin untuk membebaskan mereka. Mohon doa restu kepada seluruh bangsa Indonesia supaya upaya ini membuahkan hasil .

Setelah berhasil meloloskan diri, lantas kapan pemerintah akan memulangkan mereka ke Indonesia?
Kita masih mempersiapkan Dubes kita di Manila sudah be­rada di Zamboanga. Saya sudah berbicara dari waktu ke waktu kita sudah persiapkan kepulan­gan mereka.

Kapan kira-kira tepatnya?
Jadi setelah semua beres dan informasi yang diperlukan sudah kita dapatkan maka kedua sau­dara kita itu dapat kita pulang­kan ke Indonesia.

Lantas nasib sandera yang lainnya bagaimana?
Kita belum bisa sampaikan saat ini. Kita masih harus bekerja keras. Kita mohon doa dari bangsa Indonesia agar upaya keras pemerintah dapat mem­buahkan hasil yang baik. Ini bu­kan pekerjaan mudah, tapi san­gat kompleks dan pelik. Namun yang saya perlu tekankan adalah, pemerintah terus berupaya laku­kan pembebasan ini.

Saat ini pemerintah Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf sedang memberlakukan gen­catan senjata. Apakah situasi itu tidak bisa dimanfaatkan untuk membebaskan para WNI?
Kita lihat situasi lapangan dari waktu ke waktu. Saya mendapat laporan situasi terus dinamis dari waktu ke waktu dari jam ke jam terus berubah.

Memangnya seperti apa koordinasi pemerintah dengan Filipina sih?
Kami terus memantau. Kami juga melakukan koordinasi terus menerus dengan otoritas yang ada di Filipina. Pada tanggal 17lalu saat kemerdekaan, dalam waktu satu hari itu saya melakukan ko­munikasi sangat intensif dengan pemerintah dan Menlu Filipina. Kami ingin menjelaskan bahwa pemerintah bekerja.

Selain di Filipina, beberapa WNI saat ini juga tersandung masalah di Turki karena di­duga terlibat upaya kudeta di Turki beberapa waktu lalu. Saat ini perkembangannya seperti apa?
Kami sedang menggunakan akses kekonsuleran. Dan hal itu sudah diberikan oleh Direktur Perlindungan WNI. Tapi intinya, mekanisme proteksi langsung berjalan begitu ada berita terse­but dan sedang meminta akses konsuler untuk bertemu mereka. Kemenlu juga sudah panggil dubes di Jakarta dan meminta­kan perhatian.

Kabarnya banyak pelajar WNI lainnya yang masuk daf­tar bakal disidik pemerintah Turki. Benar begitu?
Banyak pelajar Indonesia yang masih ada di Turki dan meminta perlindungan pemerintah. Hal yg sama juga dilakukan Kedubes kita di Ankara (Turki), yang telah melakukan pertemuan baik den­gan pihak kepolisian Kota Bursa dengan Kemenlu, dan otoritas lain. Kota Bursa tidak dekat denganAnkara maupun Istanbul. Kita juga sudah mengirimkan satu tim yang ada di Bursa untuk menda­patkan akses kekonsuleran. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya