Berita

Dunia

Polisi Aktif Dilarang Gunakan Nama Asli di Media Sosial

MINGGU, 21 AGUSTUS 2016 | 21:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

polisi aktif dilarang keras menggunakan nama asli di media sosial karena bisa membahayakan dan memunculkan ancaman dari kelompok kriminal.

Larangan ini disampaikan oleh Direktorat Keamanan Nasional Kerajaan Maroko kepada seluruh anggota polisi aktif di negara itu.

Menurut harian Al Assabah, seperti dikutip dari Sahabat Maroko, larangan itu disampaikan langsung Kepala DKN Abdellatif Hammouchi.


Selain nama asli, polisi aktif Maroko juga dilarang menyebarkan foto pribadi dan informasi personal lainnya.

Sumber informasi yang dikutip harian itu mengatakan, Hammouchi memerintahkan agar anggota polisi menggunakan pseudonyms dan berhati-hati terhadap apapun yang dapat merusak karier mereka.

Sementara Al Yaoum 24 mengatakan, Hammouchi juga melarang anggota polisi memperlihatkan badge mereka di kaca mobil. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarkan favoritisme dan tindakan yang tidak sama kepada warganegara yang seharusnya diperlakukan sama. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya