Berita

Foto/Net

Nusantara

Kasus Sari Rejo Tidak Clear, Mahasiswa Sumut Desak Panglima TNI Dan KSAU Mundur

JUMAT, 19 AGUSTUS 2016 | 05:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gabungan aktivis mahasiswa Sumatera Utara (Sumut) yang berada dalam naungan Kelompok Cipayung Plus di Jakarta mendesak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna agar mundur dari jabatan jika tidak bisa menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan aparat TNI AU terhadap warga dan jurnalis di Kota Medan, Sumut.

Seperti diwartakan, bentrok terjadi saat aksi damai Formas Sumut dengan TNI AU, Senin lalu (15/8). Warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, menolak tanahnya dipatok-patok untuk dijadikan Rusunawa. Aksi yang diliput para jurnalis itu berakhir ricuh hingga jatuh korban di pihak warga dan jurnalis.

"Kalau tidak bisa menyelesaikan kasus ini, kami mendesak Panglima TNI dan KSAU secara kesatria meletakkan jabatannya," kata jurubicara gabungan mahasiswa Sumut yang juga juga Bendahara Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Ahmad Riduan Hasibuan dalam jumpa pers di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/8).


Jelas Riduan, kejahatan dan kekejaman yang dilakukan kepada masyarakat Indonesia cukuplah hanya dilakukan oleh kaum penjajah.

Menurut mereka, terkait kasus ini, TNI belum paham apa tugas dan fungsinya, termasuk belum berhasil melakukan revolusi mental.

"Tugas dan fungsi TNI itu menegakkan kedaulatan negara. Negara akan berdaulat jika rakyat hidup dalam rasa aman dan merasakan keadilan," tegas Riduan.

Mereka juga meminta proses hukum yang berpihak kepada rakyat. Dan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) harus memberikan hukuman yang berkeadilan kepada anggotanya, dan mencopot anggotanya yang terbukti melakukan penganiayaan.

"Kami juga melihat kealfaan Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam bertugas sesuai tupoksinya, dan meminta Kapolda Sumut (Irjen Pol Raden Budi Winarso) mundur jika tidak mampu," ujar Riduan mengakhiri pernyataanya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PP HIMMAH), Aminullah siagian yang hadir dalam kesempatan tersebut meminta kepada Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Walikota Medan Dzulmi Eldin agar merespon kasus Sari Rejo tersebut.

Dari kejadian ini, Amin menilai elit di Kota Medan dan Sumut tidak pro terhadap rakyat kecil, dan hanya hormat kepada para pengusaha.

"Kami pun meminta agar Gubernur dan Walikota mundur dari jabatannya jika tidak merespon kasus ini. Pemerintah kok tidak pro rakyat? Atau takut dengan pengusaha?" tegas dia.

Selain Riduan dan Amin, jumpa pers ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Kahfi Romula Siregar, Presiddium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Julwantri Munthe, Kordinator Balitbang Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Tomson S Silalahi, Ketua Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) Riko P Tanjung, dan alumni BEM Nusantara Penri Sitompul. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya