Berita

Net

Hukum

KPK Usut Suap Proyek Jalan Sumbar Dari Politisi Gerindra

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 15:04 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto terkait kasus suap pengalokasian anggaran proyek 12 ruas jalan di Provinsi Sumatera Barat agar masuk di APBNP 2016.

Politisi Partai Gerindra itu diperiksa sebagai saksi untuk anggota Komisi III I Putu Sudiartana yang telah menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Diduga, Wihadi mengetahui peran Putu dalam proyek 12 ruas jalan tersebut.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi IPS. Dia (Wihadi) dimintai keterangan yang dia ketahui tentang peran IPS dalam kaitan dengan proyek ini," ujar Plh. Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Kamis (18/8).


Menurutnya, selain meminta keterangan Wihadi, penyidik juga memanggil seorang pengusaha swasta bernama Destrio Putra, yang akan diperiksa sebagai saksi untuk Putu Sudiartana dan Yogan Askan.

Kasus suap Putu terungkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 28 Juni lalu. Dalam operasi, KPK menyita 40 ribu dolar Singapura dan bukti transfer Rp 500 juta yang diduga merupakan bagian dari pemberian suap.

Uang sebesar 40 ribu dolar Singapura beserta bukti transfer ditemukan di rumah Putu di komplek perumahan anggota DPR, Ulujami, Jakarta. Sementara uang Rp 500 juta dikirim oleh seorang pengusaha bernama Yoga Askan ke rekening Putu.

Operasi KPK terkait dengan rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumbar yang anggarannya berasal dari APBN Perubahan 2016. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 300 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat lima tersangka. Mereka adalah I Putu Sudiartana, Noviyanti selaku staf Putu di Komisi III, Suhemi yang diduga perantara, Yogan Askan selaku pengusaha sekaligus pendiri Partai Demokrat Sumbar, serta Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang dan Pemukiman Pemprov Sumbar Suprapto. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya