Berita

Perang Vietnam/Net

Dunia

Veteran Australia Diberi Akses Ke Situs Pertempuran Long Tan

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 11:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Vietnam memberikan akses kepada sejumlah warga Australia untuk bisa masuk ke situs pertempuran bersejarah untuk memperingati 50 tahun Pertempuran Long Tan dalam Perang Vietnam.

Ratusan veteran Australia dan keluarga mereka akan datang ke situs itu untuk memperingati pertempuran berdarah itu. Warga Australia semula tidak diberikan akses sama sekali untuk masuk ke situs tersebut.

Sebagai informasi, Pertempuran Long Tan terjadi pada tanggal 18 Agustus 1966 di sebuah perkebunan karet di dekat Long Tan, di provinsi Phuoc Tuy Vietnam Selatan. Pertempuran itu terjadi sebagai bagian dari Perang Vietnam. Pertempuran melibatkan unit Viet Cong dan Vietnam Utara dan unsur-unsur dari Task Force Australia tanggal 1 (1 ATF).


Dalam pertempuran tersebut, 18 orang tentara Australia tewas dan ratusan pejuang Vietnam Utara tewas dalam pertempuran.

Menteri Urusan Veteran Australia Dan tehan menegaskan bahwa Perdana Menteri Malcolm Turnbull Dan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc berbicara telah berbicara pada Rabu malam (17/8).

"Sebagai hasil temuan Dari desakan PM Turnbull untuk review Pemerintah Vietnam untuk menunjukkan empati dan belas Kasihan Terhadap para veteran Dan Keluarga mereka yang melakukan perjalanan Ke Vietnam, Pemerintah Vietnam telah memutuskan bahwa mereka akan memungkinkan karangan bunga diletakkan di situs tersebut," ujarnya.

"Mereka juga akan memungkinkan kelompok hingga 100 orang untuk mengunjungi situs tersebut dan memberikan penghormatan," sambungnya.

Di antara warga Australia yang akan memberikan penghormatan adalah duta besar Australia dan Selandia Baru.

Para pengunjung juga dilarang untuk menggunakan medali, mengenakan seragam, membawa spanduk dan membuat pidato. [mel]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya