Berita

Foto :Net

Bisnis

Petani Simalungun Belajar Bikin Pupuk Organik

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 10:44 WIB | LAPORAN:

Kebutuhan pupuk yang ramah lingkungan dan ekonomis menjadi perhatian di tengah berkembangnya teknologi pertanian dewasa ini.

Petani di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara belajar membuat pupuk organik dengan Suri Tani Pemuka (STP) yang merupakan perusahaan budidaya ikan nila atau Tilapia di Danau Toba.

STP memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari sisa hasil proses produksi pabrik pengolahan tilapia-nya di Janggir Leto, Kabupaten Simalungun.


"Memang kalau kita lihat masyarakat di sini mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sehingga pelatihan pembuatan pupuk tersebut sangat cocok bagi kami," ujar Pangulu Nagori Janggir Leto, Binrot Hutabalian seperti dikutip dari siaran pers STP di Jakarta,  Kamis (18/8).

Petani di Simalungun mengaku bahwa waktu pelatihan tersebut sangat bertepatan dengan masa bercocok tanam saat ini.

Kesadaran dan keinginan masyarakat untuk memajukan pertanian ditunjukkan dengan antusiasme peserta pelatihan selama pembekalan hingga praktek pembuatan pupuk organik tersebut.

"Kami sudah mencoba menggunakan kotoran kandang dan sisa limbah untuk dijadikan pupuk organik, namun belum benar-benar mengetahui teknik pembuatan pupuk organik yang benar," jelas Darson Marpaung, salah satu peserta pelatihan lainnya.

Sementara Thantowi, trainer dari STP, juga memberikan  motivasi  bagi para peserta. Pengalamannya sebagai seorang petani membuat para peserta semakin bersemangat dalam memanfaatkan limbah ikan sebagai pupuk organik.

Menurut Thantowi, pupuk organik dapat digunakan untuk seluruh jenis tanah, serta dapat merawat tanah secara terus menerus sehingga kualitas dan kesehatan tanah tidak menurun dalam jangka panjang. Dengan begitu produktivitas pertanian di Desa Janggir Leto dapat terus ditingkatkan.

Apalagi harga pupuk kandang di daerah Janggir Leto masih terbilang mahal yaitu sekitar Rp 7.000,- per kg.

Handoko Nasution, Head of PGA Processing Plant STP  berharap dengan adanya pelatihan berkesinambungan yang disertai dengan pembinaan dari Dinas Pertanian setempat, dapat mempercepat perbaikan teknik bercocok tanam serta meningkatkan perekonomian daerah.

Tidak hanya untuk Nagori Janggir Leto, pelatihan yang sama juga akan diberikan kepada masyarakat di desa Tambun Raya, Tanah Jawa, dan Haranggaol.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya