Berita

Politik

Indonesia Belum Merdeka Dari Korupsi, Narkoba Dan Pelanggaran HAM

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 00:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia telah merdeka 71 tahun, tapi bangsa Indonesia belum merdeka dari korupsi, bahaya narkotika dan obat terlaranga (narkoba) dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM).

"Belum merdekanya bangsa Indonesia daripada korupsi dan bahaya narkoba kemudian diperparah dengan rencana Pemerintah Jokowi mengeluarkan peraturan pemberian remisi bagi terpidana korupsi dan narkoba," kata analis politik & HAM Labor institute Indonesia, Andy William Sinaga, Kamis (18/8).

Selain itu bangsa Indonesia di usia 71 tahun merdeka belum merdeka dari tindakan pelanggaran HAM terlebih yang dilakukan oleh aparat negara, seperti yang terjadi dugaan pelanggaran oknum TNI AU di salah satu rumah ibadah di Polonia Medan.


"Selain itu, pembebasan lahan-lahan milik warga yang diperuntukkan untuk kepentingan pemilik modal atau kapital dan kepentingan umum sering kali berbenturan dengan HAM warga negara," sebut Andy.

Untuk itu, lanjut dia, di usia 71 tahun RI, Presiden Jokowi perlu melakukan perenungan dan koreksi diri atas perilaku dan kebijakan aparat negara yang kadangkala berbenturan dengan HAM anak bangsa. Sejatinya konsep Nawacita Presiden Jokowi dijalankan sesuai dengan platform kebangsaan dan kemandirian bangsa Indonesia yang dicetuskan oleh Proklamator RI Bung Karno dan Bung Hatta, agar konsep tersebut tidak hanya sekedar jargon politik saja.

"Hendaknya sebagai Presiden ke 7 RI dan menghantarkan RI di usia 71 tahun ini dapat memerdekan bangsa ini dari korupsi, bahaya narkoba dan pelanggaran HAM," tukas Andy. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya