Berita

Ist

Politik

Fayakhun: Kemerdekaan Momentum Perkuat Jiwa Kebhinnekaan

RABU, 17 AGUSTUS 2016 | 09:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan seluruh komponen bangsa yang terdiri dari berbagai suku, etnis, agama, dan budaya. Karena itu, Kemerdekaan ini juga untuk semua suku, etnis, agama, dan budaya yang hidup di Negara Indonesia. Kebhinnekaan adalah kekuatan sekaligus kekayaan yang harus selalu kita pupuk dan lestarikan.

Demikian dikatakan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi dalam pidatonya selaku pembina upacara Peringatan HUT RI ke-71 di lapangan Kantor Partai Golkar DKI Jakarta (17/8). Upacara tersebut diikuti oleh sekitar 400 orang kader Partai Golkar yang berasal dari lima wilayah kota di Jakarta , serta kader organisasi pendiri dan didirikan Partai Golkar.

"Peringatan hari kemerdekaan ini adalah momentum tepat bagi kita untuk menumbuhsuburkan jiwa kebhinnekaan kepada setiap anak bangsa. Kebhinnekaan adalah asset berharga bagi kita sebagai bangsa untuk bisa berkembang menjadi Negara maju," ujarnya.


Fayakhun mengingatkan bahwa di belahan dunia lain sedang berkembang ideologi kanan, ideologi anti perbedaan, memusuhi perbedaan. Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika dikoyak oleh fanatisme sempit. Fenomena menyedihkan sekaligus menakutkan.

"Indonesia harus dicegah dari malapetaka fanatisme tersebut. Seluruh elemen bangsa harus menyadari bahwa kebhinnekaan adalah Rahmat dari Tuhan. Dan sampai sekarang, Indonesia dikenal sebagai bangsa paling toleran, hidup rukun dan berkembang sebagai Negara demokratis meski terdiri dari tiga ratus lebih suku, etnis, budaya, dan agama," jelasnya.

Secara khusus, anggota DPR RI dari Dapil Jakarta ini memberi pesan, Jakarta adalah melting pot Indonesia. Semua ragam etnis, ras, suku, agama dan budaya berinteraksi menjadi satu, saling terhubung setiap hari dalam aktivitas bisnis, sosial kemasyarakatan, dan kehidupan keseharian. Karena itu, adalah sangat penting untuk terus menumbuhkembangkan jiwa kebhinnekaan.

Ditekankan Fayakhun, sebentar lagi suhu politik di Jakarta akan meningkat menyambut perhelatan Pilgub DKI Jakarta. Karena itu, dia menghimbau semua kelompok kepentingan untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai bahan menebar kebencian.  

"Kita harus menentang setiap bentuk provokasi dan penistaan terhadap perbedaan karena bertentangan dengan fitrah Indonesia yang majemuk. Apalagi kalau perbedaan tersebut dijadikan sebagai bahan menebar kebencian hanya untuk kepentingan politik sesaat," tegasnya. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya