Berita

Foto/Net

Politik

ARCANDRA TAHAR DICOPOT

Presiden Jokowi Lebih Baik Mundur Daripada Diberhentikan

SELASA, 16 AGUSTUS 2016 | 01:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di tengah-tengah sorotan publik atas pemberhentian Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM karena kasus kewarganegaraan ganda, Joko Widodo juga diminta hengkang dari jabatan Presiden.

Senin malam (15/8), tersebar pesan elektronik berantai yang berisi pernyataan politik "demi kebaikan bangsa dan negara RI yang sama-sama kita cintai".

Dalam pesan itu, Presiden Jokowi diminta berhenti karena telah melanggar UU dan sumpah jabatan, terkait pengangkatan seoarang pejabat negara yang bukan WNI.


"Presiden Jokowi, sebagai seorang kesatria, lebih baik berhenti daripada diberhentikan," demikain sambungan isi pesan tersebut.

Adapaun pesan itu diperoleh dan disebarluaskan oleh Bursah Zarnubi dan Sujana Sulaeman. Keduanya dikenal sebagai senior Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

"Apabila Presiden Jokowi tidak segera menyatakan berhenti, maka kami meminta DPR dan MPR serta MK memproses impeachment atas Presiden Jokowi," kata mereka.

"Mari kita tegakkan negara hukum Republik Indonesia," isi penutup pesan elektronik tersebut. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya