Berita

Politik

Gus Solah Minta Rizal Ramli Hormati Dukungan Warga Jakarta

SENIN, 15 AGUSTUS 2016 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dukungan agar Rizal Ramli maju pada Pilgub DKI Jakarta mengalir deras. Tokoh nasional sekaligus pentolan Nahdlatul Ulama Solahuddin Wahid berharap, Rizal Ramli tidak menyepelekan kepercayaan warga ibu kota.

"Pak Rizal ini bagusnya nasional. Cuma kalau diminta maju oleh banyak warga Jakarta, harusnya tidak menolak," kata dia ketika ditemui usai bertemu Rizal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (15/8).

Gus Solah, demikian Salahuddin Wahid disapa, menilai Rizal sebagai satu-satunya sosok yang bisa menandingi Ahok di Pilgub DKI 2017. Dia yakin kedepan dukungan terhadap Rizal akan lebih banyak disampaikan warga dan kelompok masyarakat di Jakarta. Karenanya dia juga meminta Rizal maju di Pilgub DKI.


"Begini, membicarakan Indonesia itu hanya ada dua, satu Jakarta dua sisanya. Berarti mengurus Jakarta sama saja mengurus Indonesia. Jadi tidak kekecilan juga kalau Pak Rizal memimpin Jakarta," katanya.

Sosok Rizal, kata Gus Solah, ‎merupakan antitesa dari sosok Ahok. Dia mencontohkan, saat diberi tugas menyelesaikan masalah reklamasi pantai utara Jakarta, Rizal selaku Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal membela kepentingan bangsa dan negara terutama kepentingan nelayan dan warga Akuarium Penjaringan. Sementara, alih-alih memihak rakyat kecil, Ahok malah membela kepentingan pengusaha yang rakus.

"Bicara saja Ahok sering tidak menyenangkan. Memaki-maki seorang Ibu dengan kasar sekali.‎ Kebijakan Ahok di Pasar Ikan saya pikir tidak memihak rakyat. Makanya saya setuju kalau Pak Rizal maju bertanding dengan Ahok. Nanti pertandingannya bisa imbang, bisa rame," papar pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur itu,

Adik Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu mengatakan, dirinya menolak Ahok bukan karena alasan etnis dan agama, tetapi karena kebijakan yang dibuatnya. Karenanya dia juga mengajak semua pihak untuk melakukan hal yang sama.

"Saya pikir partai-partai memperhatikan apa yang terjadi. ‎Mereka lebih paham Jakarta butuh sosok seperti Pak Rizal. Sudah pasti Pak Rizal ada dalam radar mereka," tukas ‎Gus Solah yang mendatangi Rizal antara lain ditemani Nuryaman Berry dari Pagar Nusantara dan Sujianto dari Federasi Organisasi Pasar Indonesia (FOPI).

Dalam pertemuan, selain Gus Solah, Pagar Nusantara dan FOPI juga menyampaikan dukungan secara langsung kepada Rizal. Dukungan mereka menambah panjang dukungan yang disampaikan terhadap Rizal. Setidaknya, sudah ada 25 lebih kelompok masyarakat yang menyatakan mendukung Rizal maju melawan Ahok. Dukungan antara lain datang dari kalangan buruh dan warga Jakarta korban penggusuran. Menanggapi itu, Rizal menjawab diplomatis.

"Saya menghormati berbagai dorongan yang ada. Tapi urusan pilkada setatus persen urusan partai politik," kata Rizal.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya