Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Trump Sangat Serius Ketika Menuduh Obama Dan Clinton Pendiri ISIS

SABTU, 13 AGUSTUS 2016 | 08:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menegaskan bahwa ia benar-benar serius ketika menuduh Presiden Barack Obama sebagai pendiri kelompok teroris internasional Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS.

Sebelumnya, pernyataan kontroversial yang kesekian kalinya keluar dari mulut Trump itu terucap dalam kampanyenya di Fort Lauderdale, Florida, pada Rabu malam (10/8).

Tidak hanya Obama yang jadi sasaran, Trump juga menyebut nama rivalnya, calon presiden dari kubu Demokrat, Hillary Clinton, sebagai pendiri lain dari ISIS.


Penegasan Trump tentang pernyataannya itu disampaikannya ketika ia berdebat dengan seorang pembawa acara talkshow ternama di AS, Hugh Hewitt, dalam program radio di Kamis pagi lalu .

"Tadi malam Anda mengatakan presiden adalah pendiri ISIS. Aku tahu apa yang Anda maksud. Anda bermaksud mengatakan ia (Obama) menciptakan kekosongan, ia kehilangan perdamaian," ujar Hewitt kepada Trump, dalam kutipan yang dipublikasikan media CNN dan Business Insider.

Mendengar itu, Trump membantah.

"Tidak. Aku benar-benar bermaksud mengatakan dia adalah pendiri ISIS. Saya serius. Bahkan saya berikan dia penghargaan most valuable player, dan kepada Hillary Clinton juga," lontar Trump.

Bernada tak sependapat, Hewitt  menjelaskan bahwa Obama tidak memiliki rasa "simpatik" kepada organisasi teroris, Obama "membenci mereka," dan "berusaha membunuh mereka".

"Aku tidak peduli. Dia adalah pendiri (ISIS). Cara dia keluar dari perang Irak, adalah cara mendirikan ISIS," timpal Trump.

Hewitt tetap pada pendapatnya menafsirkan pernyataan Trump, bahwa maksudnya adalah Obama telah menciptakan kekosongan kendali di negara-negara konflik seperti Libya dan Irak sehingga menciptakan peluang berdirinya ISIS di sana.

Namun Trump menolak pendapat itu. Ia yakin kebijakan Obama selama ini mengizinkan ISIS untuk berdiri dan memperkuat diri. Karena itulah ia menyebut Obama sebagai pendiri ISIS.

Pernyataan Trump soal Obama dan Hillary sebagai pendiri ISIS dikabarkan sempat membuat tim suksesnya panik membuat klarifikasi. Selama ini banyak pernyataan kontroversial Trump yang menimbulkan kemarahan dari dalam partainya sendiri. Diprediksi, ada banyak simpatisan Partai Republik yang tidak akan memilih Trump dalam pemilihan presiden November mendatang. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya