Berita

Rachmawati Soekarnoputri/Net

Politik

Mbak Rachma: Jokowi Ajari Orang "Hanky Panky"

KAMIS, 11 AGUSTUS 2016 | 12:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri kembali mengkritik UU 11/2016 tentang Tax Amnesty yang kini sudah dijalankan pemerintahan Presiden Jokowi.

Anak Bung Karno ini menjelaskan tax amnesty atau yang sering dinamakan pengampunan pajak bertentangan dengan UU 17/2003 tentang Keuangan Negara yang mengatur transparansi tata kelola keuangan negara.

"Dalam sosialisasi tax amnesty Jokowi ngajarin orang "hanky panky" alias jadi maling penjahat, melanggar UU nomor 17 tentang transparansi tata kelola keuangan negara," kata Mbak Rachma sapaan akrabnya, Kamis (11/8).


Jelas dia, dengan diberlakukannya UU Tax Amnesty uang dana repatriasi dilindungi kerahasiaannya. Artinya, apakah dana berasal dari siapa dan dari apa, dari kejahatan sekalipun seperti narkoba, prostitusi, korupsi akan dilindungi.

"Jadi apa gunanya aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan dan KPK, hanya jadi ayam sayur. Begitu pula DPR hanya jadi stempel atas nama state crime menunggu durian runtuh alias rejeki nomplok," ujar ujar Mbak Rachma.

Atas kebijakan ngaur tersebut, lanjut pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno ini, rakyat kembali hanya jadi sapi perah.

"Jangan zolimi rakyat. Jokowi dan seluruh pejabat negeri seharusnya melaporkan harta kekayaannya untuk dapat pengampunan pajak. Karena seperti kata KPK, 90 persen korupsi adalah kolaborasi pengusaha dan penguasa," demikian Mbak Rchma. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya