Berita

Jeep Wrangler/Net

Hukum

CHAT NEWS

"Kalau Di Kota, Innova Saja...Boros"

Jeep Wrangler Jadi Mobil Dinas Tentara
KAMIS, 11 AGUSTUS 2016 | 09:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wuih, sekarang Jeep Wrangler jadi kendaraan dinas TNI. Sejak awal tahun, mobil itu dipakai sebagai mobil pejabat di TNI. Kisaran harga mobil tersebut antara Rp 700 juta sampai di atas Rp 1 miliar. Tergantung tipenya. Netizen pun heboh. Ada yang mendukung namun banyak juga yang menolak. Sampai ada yang bilang, kenapa uang miliaran itu tidak digunakan untuk membangun perumahan prajurit.

Awal tahun lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, tahun ini para komandan satuan kerja (satker) di lingkungan TNI akan menerima jatah mobil dinas Jeep Wrangler dari program pengadaan APBN 2015.

"Itu memang kendaraan taktis yang kami peruntukkan komandan satuan kerja guna menunjang kinerjanya," kata Gatot di sela uji ketangkasan militer di Kesatrian Sutedi Senaputra, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Januari lalu.


Komandan Pusat Penerbangan TNI AL, Laksamana Pertama Sigit Setiyanta mengatakan, CJ 7 (versi sipil) itu merupakan pengganti mobil dinas lama.

"Mobil lama Toyota Corolla Altis, karena program, ya kami tinggal menjalankan," sebutnya.

Nah, kemarin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono menyebut, pengadaan Jeep Wrangler untuk memperkuat Alutsista TNI. "Ya baguslah, jadi sekarang ini terkait dengan mondernisasi Alutsista. Saya sedang memprioritaskan untuk kebutuhan Alutsista untuk pasukan-pasukan khusus dalam menangani kasus dan pasukan-pasukan Raider," jelas Mulyono.

Mulyono menyebut, Jeep Wrangler ini sesuai kebutuhan pasukan berdasarkan spesifikasi di lapangan. "Itu menjadi prioritas untuk memenuhi perlengkapan yang mereka butuhkan, terutama satuan-satuan Raider yang ada diperbatasan. Nah itu kita tuntaskan untuk kita lengkapi sarana prasarananya," terangnya.

Mobil Jeep Wrangler untuk kendaraan dinas TNI ini bikin heboh netizen. Komentar mereka banyak yang tak setuju, meski ada pula yang bilang wajar. Yang tak setuju seperti pembaca di link berita terkait berakun @penalty_taker. Dia menyindir, semoga Jeep keluaran Amerika ini dilengkapi dengan persenjataan canggih semisal Inter Continental Ballistic Missile (ICBM). "Saya baru tahu kalo Jeep Wrangler itu salah satu Alutsista. Semoga kendaraan itu dilengkapi dengan rudal balistik, rudal antar benua, torpedo dll," sindirnya.

Akun @atoxmorrison mengingatkan, Alutsista tidak sama dengan mobil dinas. Pembelian mobil dinas jabatan atau operasional ada dalam SBM Kemenkeu, alutsista ada di SBK Kemenkeu. Pembelian mobil dinas jabatan atau operasional dengan nominal Rp 1 M ke atas dan cc 2500 ke atas hanya untuk sekelas Menteri, dalam hal ini di TNI itu Pangab.

"Ini plat TNI nya mobil operasional," kata dia bernada heran. Akun @hadeeeeh menimpali. Dia tak pernah melihat mobil jenis Jeep di perbatasan. "Perasaan nggak pernah liat Jeep yang begini di perbatasan?" tulisnya. "Alutsista ko seliweran di Jakarta? Daripada beliin Jeep Rp 1 M buat pejabat TNI mendingan bangun tuh perumahan buat prajurit. 1 mobil bisa bangun 10 rumah petak atau lebih," saran @onggil, disambut @riochoki. "Kirim ke perbatasan NKRI."

Ada pula yang setuju Jeep Wrangler jadi kendaraan dinas TNI. "Gak masalah," tulis @mas.why, diamini @riosatriap. "Kenapa baru dipermasalahin sekarang? Tahun 1994 dulu Jeep Cherokee 4000 cc dan Land Cruiser 4000cc. Sekarang pakai Jeep Wrangler, kok ribut? memang sejatinya Jeep itu basicnya kendaraan militer yang dimodifikasi menjadi kendaraan offroad dan jalanan.. seperti halnya Hummer," tulisnya.

Di Twitter, akun @kiki_saragih miris. Mobil dinas itu hanya untuk prajurit yang sudah kaya dan berpangkat tinggi. "Prajurit miskin tidak, mengapa? Tanya @jokowi," kicaunya. Akun @GDSuhendra menyarankan, TNI memilih jenis lainnya. "Ya kalo TNI perbatasan masuk akal @Puspen_TNI. Kalo di kota pake Innova aja cukup. Avanza kalo perlu. Boros!" sarannya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya