Berita

Nasir Djamil/Net

Nusantara

Nasir Djamil Berharap Pilkada Banda Aceh Berlangsung Damai

KAMIS, 11 AGUSTUS 2016 | 10:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Aceh, Nasir Djamil berharap pelaksanaan Pilkada di Kota Banda Aceh Tahun 2017 dapat berlangsung secara jujur dan adil.

Oleh karena itu, Nasir mendorong agar keberadaan personil Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dapat diperkuat, baik secara kapasitas maupun pendanaan.

"Bhabinkamtibmas ini yang paling sering di masyarakat, maka harus diperkuat termasuk memperkuat dana tambahan bagi mereka sehingga kerja-kerja di masyarakat akan lebih maksimal," jelas Nasir saat menggelar pertemuan dengan jajaran Polresta Banda Aceh dalam rangka Masa Reses, Rabu (10/8).


Menanggapi itu, Wakapolresta Banda Aceh AKBP Sugeng Hadi Sutrisno menjelaskan sebanyak 1.223 personil Polri akan dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Banda Aceh tersebut. Sejauh ini, tambah Sugeng, beberapa titik berpotensi rawan sudah terpetakan sehingga akan menjadi fokus pengamanan.

"Untuk TPS yang dinilai aman, kami akan menyiagakan dua anggota polisi dan delapan linmas untuk menjaga empat TPS. Sedangkan, untuk TPS yang berkategori Rawan Satu akan dikerahkan dua polisi dan empat linmas. Dan untuk TPS yang berkategori Rawan Dua akan disiagakan dua polisi dan dua linmas untuk satu TPS," papar Sugeng kepada Nasir.

Diketahui, menurut data dari pihak Polresta Banda Aceh, terdapat total 188 TPS yang berkategori aman, 183 TPS berkategori Rawan Satu, dan 53 TPS berkategori Rawan Dua.

Oleh karena itu, Nasir berharap pelaksanaan Pilkada Kota Banda Aceh dapat berlangsung damai. Sehingga, semua pihak dapat menerima hasil kandidat yang terpilih

"Kalau Pilkadanya jujur dan adil saya rasa semua pihak akan bisa menerima hasil Pilkada, informasi itulah yang ingin kami dapatkan," tegas Legislator PKS ini.

Pertemuan ini diakhiri dengan menilik serta berdialog kepada para narapidana Mapolresta Banda Aceh. Selain soal Pilkada, kasus-kasus penegakan hukum seperti narkoba, kecelakaan lalu lintas, dan tindakan kriminal lainnya pun menjadi sorotan Nasir untuk menjadi bahan evaluasi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya