Berita

Cetak Wirausaha Baru, Menteri Hanif Gandeng NGO

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 21:04 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) gencar melakukan pembinaan bagi wirausaha. Organisasi Masyarkat alias Non-Goverment Organization (NGO) pun dirangkul.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri bilang, hal itu dilakukan untuk menciptakan wirausahawan baru supaya lebih efektif.

Menurutnya, menciptakan wirausahawan baru merupakan langkah strategis mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja baru.


"Dalam jangka panjang, pada saat dunia kewirausahaan sudah kuat, akan hadir kelas menengah mandiri dan produktif yang bakal menjadi pilar percepatan pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri yang disapa MHD, saat memberikan pengarahan di Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP), yang digelar Kemenaker dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), di Salatiga, kemarin.

Karena itu, lanjut MHD, kementeriannya terus meningkatkan kerjasama strategis penciptaan wirausaha baru dengan berbagai kalangan NGO, sektor-sektor industri, perguruan tinggi.

"Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, NGO dan kalangan swasta lainnya, target menciptakan kewirausahaan kuat akan cepat tercapai. Sehingga, akan mengurangi jumlah pengangguran dan memperpendek kesenjangan ekonomi," tegas MHD.

Politisi PKB ini mengungkapkan, jumlah angka pengangguran di Indonesia turun pada akhir 2015 menjadi 7 juta orang. Tapi sayangnya, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya mencapai 1,5% dari jumlah penduduk.

Padahal, idealnya suatu negara sekurang-kurangnya 2,5 persen dari jumlah penduduknya menjadi wirausahawan. Karena itu, Kemenaker akan terus menggenjot pelatihan kewirausahaan di berbagai daerah secara massif.

Di tempat yang sama, Ketua Umum SPP Qaryah Thayyibah M. Abdul Rohim menjelaskan kerjasama dengan BBPP Kemanaker akan melatih calon pengusaha baru di  di Jawa Tengah.

Abdul menjelaskan, kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Presiden Jokowi pada saat rombongan SPPQT diundang makan siang di istana beberapa bulan yang lalu.

Saat itu, SPPQT diminta memperluas penciptaan wirausaha produktif berbasis desa, seperti yang sudah dipraktekkannya selama ini.

"Sudah saatnya pemerintah, NGO dan kalangan civil society lainnya bergandeng tangan untuk mengurangi pengangguran, memangkas kesenjangan ekonomi dan mendistribusikan kemakmuran ekonomi secara merata bagi seluruh rakyat," jelasnya. (dzk)


Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya