Berita

Freddy Budiman/Net

Hukum

KESAKSIAN FREDDY BUDIMAN

PGI Minta Jokowi Bentuk Tim Independen

SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 18:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta Presiden Joko Widodo turun tangan dalam kasus kesaksian Haris Azhar.

Haris Azhar menjadi sorotan karena mengungkap kesaksian tereksekusi mati dalam kasus narkoba, Freddy Budiman. Kesaksian itu mengungkap permainan BNN, Polri dan TNI dalam peredaran narkoba. Bahkan Freedy mengaku sudah menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah ke beberapa pejabat di lembaga-lembaga itu.

Sehubungan dengan kasus tersebut, Polri, TNI dan BNN melaporkan Haris Azhar ke Bareskrim Polri dengan delik pencemaran nama baik, atas tindakannya mempublikasikan kesaksian Freddy Budiman tersebut


"Kami memohon kiranya Bapak Presiden Joko Widodo berkenan mengambil prakarsa untuk memerintahkan kepolisian agar fokus kepada upaya mencari dan menemukan bukti pendukung kesaksian Saudara Haris Azhar," ujar Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow, kepada wartawan, Senin (8/8).

PGI menganggap hal ini jauh lebih baik dan strategis sebagai bagian dari upaya melakukan Revolusi Mental di tubuh lembaga kepolisian.

Selain itu, untuk memperjelas kasus ini, PGI mendorong agar Presiden membentuk Tim Independen untuk menyelidiki secara mendalam.

Selain penting untuk menunjukkan komitmen negara terhadap pemberantasan narkoba dan reformasi kepolisian, penyelidikan Tim Independen juga penting untuk membersihkan ketiga institusi tersebut dari tuduhan-tuduhan negatif yang selama ini beredar di masyarakat.

Jeirry mengatakan, polemik kesaksian Freddy Budiman lewat Haris Azhar semakin menguatkan isi surat PGI kepada Jokowi tertanggal 29 Juli 2016 tentang penolakan PGI atas pelaksanaan hukuman mati.

Dalam surat tersebut, PGI menyatakan antara lain, eksekusi hukuman mati akan memutus mata rantai kemungkinan penyelidikan lebih lanjut karena pelaku tidak lagi dapat dimintai keterangan dan informasi terkait dengan faktor-faktor dan orang-orang terkait yang terlibat dalam kasus tersebut. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya