Berita

Haris Azhar/Net

Hukum

Komisi III DPR: Wajar Koordinator Kontras Ajukan Permintaan Ke Presidennya

SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 11:56 WIB | LAPORAN:

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mendesak Pemerintah untuk membentuk tim independen yang akan mengusut keberadaan mafia narkoba serta mengevaluasi penegakan hukum atas peredaran barang haram tersebut.

Permintaan tersebut dinilai wajar oleh anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani.

"Seorang warga negara bernama Haris minta ke Presidennya itu hal yang biasa saja," tegasnya kepada wartawan ketika dihubungi, Senin (8/8).


Namun demikian, dia mengingatkan, jika nantinya Presiden Joko Widodo membentuk tim independen tersebut, setidaknya tim tersebut harus mengantongi informasi awal atau bukti permulaan yang cukup.

Karenanya, jika Haris memiliki bukti permulaan tersebut, Arsul mengimbau Haris untuk menyampaikannya terlebih dahulu ke Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki.

"Biar dianalisis di sana. Tugas Kepala Staf Kepresidenan memberikan dukungan dan analisa data kepada Presiden. Kalau memang ada data awal atau bukti permulaan yang cukup, tentu tidak menutup kemungkinan dipertimbangan presiden," jelasnya.

Namun demikian, menurutnya jika Haris tidak memiliki bukti awal dan hanya berpijak pada pengakuan terpidana mati kasus narkoba, alm. Freddy Budiman, akan sulit bagi Jokowi untuk menyetujui pembentukan tim independen.

"Saya yakin Haris tidak asal ngomong. Sebagai orang yang berpengalaman ketika dengar cerita dari Freddy, pasti ada pohon. Pohon itu yang melukiskan jaringan. Itu dulu dong yang diberikan. Dia tidak perlu mengungkapkannya kepada publik. Tapi sampaikan bahwa dia ada bukti dan jelas," lanjutnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya