Berita

Yudi Widiana/Net

Nusantara

DPR Minta Pemerintah Kebut Relokasi Korban Bencana Curug Kembar

SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 07:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Korban bencana longsor dan pergeseran lahan di Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi diminta agar direlokasi ke tempat yang aman.

"Dan relokasi agar dapat dipercepat," kata Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi), Yudi Widiana saat menemui para warga korban longsor tersebut di Desa Nagrek Jaya dan Cimenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (7/8).

"Saya mendorong agar segera dibangun rumah gratis bagi korban bencana. Hanya kami minta Pemkab Sukabumi segera membuat surat permohonan dan menyediakan lahan untuk lokasi perumahan," jelas Yudi menambahkan.


 Untuk mempercepat proses tersebut, Yudi menegaskan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun rumah khusus bagi para korban. Tercatat, hingga kini, terdapat 448 Kepala Keluarga atau sekitar 1.222 jiwa yang menjadi tunawisma.

"Saya juga berharap proses pengajuan dapat segera dilakukan, agar pembangunan rumah khusus di perkampungan baru dapat berjalan tahun ini sehingga aman dari pergerakan tanah. Sedangkan, lokasi perkampungan yang terkena bencana dapat dijadikan kawasan hijau untuk mencegah terjadinya longsor," tambah Wakil Ketua Komisi V DPR ini.

Menurut Yudi, fenomena tanah bergerak di Desa Nagrek Jaya bukan kali ini terjadi. Bencana serupa pernah terjadi pada 2012 dan menyebabkan puluhan rumah rusak. Sedangkan untuk Desa Cimenteng baru pertama kali terkena fenomena ini.

Dalam kunjungan tersebut, Yudi didampingi tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan SAR Nasional, dan Badan Penanggulangan Bencana Pusat.

Dan sebagai bagian dari kepedulian mendalam, Yudi pun menyerahkan bantuan pompa air dan fasilitas penampungan air bersih untuk Pesantren di Desa Nagrek Jaya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya