Berita

Tri Rismaharini/Net

Politik

Jangan Seret Risma Ke Jakarta

MINGGU, 07 AGUSTUS 2016 | 14:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PDI Perjuangan diminta tidak memaksa kadernya yang juga Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju di pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Beredar kabar, beberapa kalangan elit PDIP ngotot dan mendesak agar Risma ditetapkan sebagai calon gubenur melawan petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, kalau pilihan politik Risma ingin tetap mengabdi kepada masyarat Surabaya, sangat tidak elok PDIP "menyeret" dia ke ibukota untuk bertempur melawan Ahok.


"Kalau memang Risma sudah tutup buka dan nggak mau ditarik-tarik ke Pilkada Jakarta, maka jangan dipaksa," sebut Pangi kepada redaksi, Minggu (7/8).

Pangi menambahkan, PDIP juga perlu mempertimbangkan secara matang apakah harus mendukung Risma atau nama lain.

Pasalnya, ada juga kalangan internal PDIP masih meragukan kemampuan Risma melawan Ahok. Bagaimanapun juga, karakter medan tempur Surabaya tentulah berbeda dengan karakter Jakarta yang lebih pluralis dan keras.

"PDI Perjuangan harus betul-betul punya kalkulasi yang benar-benar matang, dan tak boleh gegabah. Sehingga cerita di ujungnya tidak menelan pil pahit, Jawa Timur lepas, Jakarta lepas, tidak terjadi," ujar Pangi.

Namun, lanjut Pangi, ia sangat yakin PDIP sebagai partai yang sudah teruji dan mahir memainkan ayunan politik, tidak akan ceroboh.

"PDIP partai yang sangat realistis, seperti mengusung Presiden Jokowi pada Pilpres 2014," pungkasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya