Berita

Darmin Nasution/Net

Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,1%, Bener Nih?

Darmin Girang, Pengusaha Kaget
SABTU, 06 AGUSTUS 2016 | 08:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pertumbuhan ekonomi di kuartal dua tahun ini seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin, di luar prediksi. Pasalnya, ekonomi mengalami pertumbuhan sebesar 5,18 persen. Menko Perekonomian Darmin Nasution girang. Namun, sejumlah kalangan seperti pengusaha malah kaget. Di linimasa, sikap netizen juga terbelah, ada yang pro dan kontra. Beneran nih?

BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 sebesar 5,18 persen year on year. Pertumbuhan ekonomi kumulatif semester-I 2016 sebesar 5,04 persen. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal kedua 2015 yang hanya 4,66 persen.

Kepala BPS Suryamin memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Faktor domestik yang mempengaruhi yaitu harga komoditas nonmigas di pasar internasional yang mengalami peningkatan. Selain itu, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) naik dari 30,20 dolar AS per barel pada kuartal I 2016 menjadi 42,13 dolar AS pada kuartal II 2016. "Faktor domestik lainnya yakni realisasi belanja pemerintah (APBN) pada kuartal-II 2016 yang mencapai Rp 474,28 triliun. Angka ini naik dari realisasi belanja pemerintah pada kuartal-II 2015 yang hanya Rp 384,74 triliun. Perlambatan minimum yang landai di 2015 dan sekarang sudah mulai naik," jelas Suryamin di kantornya.


Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) kuartal II 2016 sebesar Rp 151,6 triliun. Selain itu, pada kuartal II 2016 juga terjadi pergeseran panen raya tanaman pangan dan peningkatan produksi mobil sebesar 10,96 persen menjadi 316.351 unit. Ditambah jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia juga mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016. Jumlah wisman yang masuk ke Indonesia mencapai 2,67 juta kunjungan.

"Karena industri akomodasi, transportasi, rumah makan itu meningkat. Dari sisi transportasi, ini karena arus mudik juga memberikan peran. Upah buruh, THR, gaji ke-13 dan 14 PNS, bansos dan lainnya," paparnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution girang. Kata dia, capaian itu memang sesuai dengan prediksinya. "Kan saya sudah bilang, malah lebih tinggi dari yang saya bilang. Saya bilang 5,1 persen jadi 5,18 persen. Banyak data menunjukkan ekonominya sudah menggeliat naik, apakah itu data ekspor impor," sebutnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani kaget dengan pencapaian itu. Dia membantah. Indikator perekonomian yang dirilis BPS bertolak belakang dengan kondisi sektor riil yang masih lesu. Menurutnya, kondisi di lapangan justru lebih buruk dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sikap netizen pun terbelah. Ada yang memuji, ada pula yang tak percaya begitu saja. Pembaca di link berita terkait, Arief Rizal menyebut, yang merasa ekonomi meningkat hanya kelas menengah ke atas saja. "Yang tumbuh cuma ekonominya PNS aja. Pedagang kecil, buruh swasta kecil dan menengah masih tetep kembang kempis," sebutnya, diamini Dedy Rismawan. "Ekonomi hancur lebur. Rakyat kecil menangis semua."

Di Twitter, akun @bengkeldodo bertanya. "APBN defisit lagi. Katanya pertumbuhan ekonomi kita naik Pak Presiden?," cuitnya. Akun @equityworldcom malah memuji. "Indonesia Hebat! Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Kedua Melesat 5,18 Persen," kicaunya, dijawab @riza_londo. "Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semakin Meningkat." Yang lainnya tak percaya begitu saja. "Pemerintah ngomong angka dan angka. Faktanya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan," cuit @ChristSarkol, diamini @LPKKI1. "Apakah di daerah pertumbuhan ekonomi di angka 5,15 persen, akan tetapi mulai ada tanda-tanda pencurian di rumah meningkat," sindirnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya