Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Ditegur Jokowi, Justru Aneh Kalau Ahok Tidak Ngeles

JUMAT, 05 AGUSTUS 2016 | 12:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bukan Ahok namanya kalau tidak ngeles. Makanya tidak aneh, ketika ditegur Presiden Jokowi karena mengendapkan Rp 13 triliun APBD DKI di bank, Ahok pun langsung mengeluarkan jurus sakitnya itu.

"Ah, Ahok mah gampang aja ngebantah. Bawaan dia memang begitu. Yang ada di pikiran Ahok kalau ada Jokowi, Ahok pasti bilang 'gak apa-apa banyak anggaran yang gak digunakan, kan ada dana CSR. Daripada menggunakan APBD nanti dikorupsi'," kata Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto, kepada redaksi sesaat lalu (Jumat, 5/8).

Ahok, sebut dia, sudah sering ngeles. Setiap kebobrokannya terungkap Ahok buru-buru ngeles seolah-olah dirinya suci. Saat dikritik rendahnya penyerapan anggaran, Ahok juga menyebut yang penting tidak dikorupsi. Padahal, dia mencontohkan, pembelian lahan RS Sumber Waras dan lahan Cengkareng yang menggunakan APBD Pergub, sangat kental aroma korupsi.


"Teguran Jokowi kepada Ahok dan juga kepala daerah lainnya, benar. Anggaran yang tidak dipakai menghambat laju perekonomian. Sementara kalau dipakai akan memacu perekonomian masyarakat. Tapi bagi Ahok, pertumbuhan ekonomi gak penting," kata Sgy, demikian Sugiyanto disapa.

Dia juga menegaskan, kebijakan penggunaan dana corporate sosial responsibility (CSR) untuk membangun Jakarta oleh Ahok tidak benar. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, sejatinya dana CSR harus dimasukkan lebih dahulu dalam APBD kategori kolom lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah. Jika tidak dilakukan, maka penerimaan CSR dapat dikategorikan sebagai gratifikasi.

Dana CSR yang diperoleh juga dikonvensasi dengan kebijakan tertentu. Dana CSR Rp 200 miliar dari PT Agung Podomoro Land (APL) yang digunakan Pemprov DKI untuk membangun fasilitas umum, misalnya, dibarter dengan pengurangan angka tambahan kontribusi proyek reklamasi Teluk Jakarta. Tambah aneh, banyak dana CSR yang dikelola melalui Ahok Center, lembaga bentukan relawan Ahok.

"Ini jadi aneh, janggal" tukasnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya