Berita

Foto: Istimewa

Bisnis

Raih Pendapatan Rp 9,5 Triliun, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Imbal Hasil 8,71 Persen

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 20:04 WIB | LAPORAN:

BPJS Ketenagakerjaan berhasil membukukan pendapatan investasi Rp 9,45 Triliun dan meraih surplus Rp 648 miliar. Keseluruhan pendapatan investasi yang diperoleh nantinya dikembalikan dalam bentuk imbal hasil bagi pekerja. BPJS Ketenagakerjaan pun optimistis mencapai target kepesertaan aktif sebesar 21,7 juta tenaga kerja tahun 2016.
 
"Dalam semester I tahun 2016, kita berhasil menambah kepesertaan sebanyak 7,2 juta pekerja. Tapi, mereka yang keluar dari BPJS Ketenagakerjaan pun besar sebanyak 6,8 juta pekerja, sehingga penambahan  berkisar 500 ribu pekerja,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam jumpa pers usai Rapat Kerja Nasional di Jakarta, Kamis (4/8).
 
Dijelaskannya, arah perluasan kepesertaan nantinya akan difokuskan pada enam hal, yaitu akuisisi berdasarkan peta jalan SJSN yang fokus pada kepesertaan pekerja Penerima Upah( PPU), memaksimalkan internal membership equity melalui layanan pengaduan upah pada BPJSTK Mobile, Ekspansi masif akuisisi ke sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), menerapkan pihak ke tiga sebagai perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengakuisisi pekerja PU dan BPU, dan mengembangkan manfaat tambahan bagi para peserta.
 

 
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada semester pertama tahun 2016 ini juga cukup memuaskan, dengan capaian tenaga kerja aktif per 30 Juni 2016 mencapai 19,6 juta pekerja yang setara dengan 89,6 persen dari target kepesertaan tahun 2016. Sementara kepesertaan perusahaan aktif telah mencapai 97,8 pesen dari target tahun 2016. Target iuran juga telah mencapai 51,6 persen atau sebesar Rp22 Triliun.
 
"Kami mendapatkan hasil yang cukup memuaskan semester pertama tahun 2016 ini dan mendapatkan surplus Rp648 miliar, meski pada semester I tahun 2016 perekenomian nasional masih mengalami perlambatan,” terangnya.

"Kita akan terus melakukan inovasi-inovasi dalam meningkatkan kinerja khususnya akuisisi kepesertaan agar dapat tercapai perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja."

Sementara itu posisi dana investasi BPJS Ketenagakerjaan pada semester pertama tahun 2016 ini mencapai Rp227 Triliun, hasil investasi mencapai Rp9,45 Triliun dengan YOI  sebesar 8,71 persen. Dari sisi klaim jaminan, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) telah mencapai  Rp9,8 Triliun dari 1,23 juta kasus dan Jaminan Kecelakaan Kerja  (JKK) mencapai Rp401 miliar dari 48.900 kasus. Sementara pada Jaminan Kematian (JKm) terdapat 11.446 kasus dengan nominal sebesar Rp307,9 miliar.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Amran Nasution menambahkan, surplus yang diperoleh semester I pada 2016 lebih besar dibandingkan perolehan surplus selama satu tahun 2015 sebesar  Rp 624 miliar. Adapun terkait pemberian dana imbal hasil sebesar 8,71 persen yang diberikan untuk Jaminan Hari Tua (JHT) pekerja diberikan dalam bentuk nett, berbeda dengan pengembangan bunga deposito yang besarannya berkisar 4 persen (gross).

"Untuk perolehan surplus, kita lakukan karena melakukan sejumlah penghematan di berbagai pos," terangnya.
 
Dalam kesempatan itu, Agus mengimbau seluruh peserta rapat, selain fokus pada peningkatan kepesertaan, tetap fokus dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta, baik dalam hal pemberian informasi, hingga permintaan klaim di seluruh unit layanan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kinerja yang baik harus didukung dengan pelayanan yang baik bagi peserta, ini sudah menjadi dua hal yang harus selalu sejalan,” pungkasnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya