Berita

Setya Novanto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Setya Novanto: Alhamdulillah, Pak Jokowi Menerima Dukungan Golkar

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 09:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Keputusan Partai Golkar pasca Munaslub di Bali yang memi­lih bergabung ke pemerintah dan langsung mencapreskan Jokowi untuk Pilpres 2019 mengundang tanya. Ada apa di balik itu? Apa ini strategi Partai Golkar merajut kembali puing-puing yang hampir dua tahun terkoyak-koyak kar­ena konflik? Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto menjelas­kan dengan rinci kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Mengapa Golkar mendu­kung pemerintah dan lang­sung mencapreskan Jokowi?
Keputusan bergabung den­gan pemerintahan Jokowi-JK merupakan ketetapan Munaslub di Bali. Munaslub juga mem­berikan rekomendasi kepada Ketua Umum DPP Golkar un­tuk melakukan komunikasi secara efektif dan produktif dengan Bapak Joko Widodo. Di Munaslub, beberapa DPD juga menyampaikan aspirasi agar Partai Golkar mencalonkan Pak Jokowi pada Pilpres 2019.

Sebagai tindak lanjut, seminggu setelah Munaslub, Saya langsung menghadap Presiden bersama Ketua Dewan Pembina dan pengurus inti DPP Golkar untuk menyampaikan kepu­tusan Munaslub tersebut. Alhamdulillah, dengan penuh kekeluargaan beliau menerima dukungan Partai Golkar.

Sebagai tindak lanjut, seminggu setelah Munaslub, Saya langsung menghadap Presiden bersama Ketua Dewan Pembina dan pengurus inti DPP Golkar untuk menyampaikan kepu­tusan Munaslub tersebut. Alhamdulillah, dengan penuh kekeluargaan beliau menerima dukungan Partai Golkar.

Setelah itu?
Setelah pertemuan itu, kami membicarakan dengan pengurus inti untuk memberikan dukungan dan mencalonkan beliau sebagai Capres pada Pilpres 2019, di­mana secara resmi akan ditetap­kan dalam Rapimnas. Kemudian dalam berbagai kesempatan, saya menyampaikan Golkar akan mendukung dan mencalonkan Pak Jokowi sebagai Capres.

Anda sudah keliling ke daer­ah-daerah, bagaimana re­sponsnya terkait sikap Golkar mendukung dan mencapres­kan Jokowi ini?
Alhamdulillah respons publik dan daerah-daerah yang saya kunjungi sangat positif dan men­dukung. Selama dua bulan saya menjabat, saya telah berkunjung ke 17 provinsi, bahkan ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah 3 kali.

Di samping itu, juga dilaku­kan kajian dengan beberapa lembaga survei dan pakar, maka setelah mendengar pandangan dari DPD-DPD Provinsi serta masukan dari Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar, secara bulat Rapimnas menetapkan dukungan dan men­calonkan Bapak Joko Widodo sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019.

Bisa dijelaskan alasan ideologis dan filosofisnya? atau ada realitas politik yang membuat keputusan itu keluar?
Secara ideologis, Partai Golkar punya doktrin karya kekaryaan, yang menegaskan bahwa untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan hanya bisa bisa dicapai melalui pembangunan. Karena itu, sejak kelahirannya Golkar memelopori pembangunan, sehingga dikenal se­bagai partai pembangunan. Sedangkan untuk melaksanakan pembangunan, harus berada di pemerintahan.

Secara politis, untuk mencip­takan pemerintahan yang kuat dan efektif perlu dukungan mayoritas parlemen. Dukungan Golkar kepada pemerintah untuk memantapkan agar pemerintahan berjalan efektif sehingga agenda pembangunan bisa dijalankan dengan baik. Di sini Golkar ber­peran untuk memperkuat sistem presidensiil.

Secara teknokratis, Visi Pembangunan Nawa Cita selaras den­gan Visi Negara Kesejahteraan 2045. Ada kesesuian untuk membangun Indonesia yang maju, adil dan sejahtera di masa depan.

Tidak ada realitas politik yang khusus, tetapi dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilpres serentak 2019, Golkar perlu melakukan persiapan yang ma­tang, sehingga penetapan Capres dilakukan lebih awal.

Setelah mendukung dan mencapreskan Jokowi, lang­kah konkretnya apa?

Pertama, DPP Golkar akan melakukan sosialisiasi ke selu­ruh Indonesia, sampai ke tingkat desa dan kelurahan, agar seluruh jajaran partai mendukung penuh kebijakan tersebut.

Kedua, Partai Golkar akan mendayagunakan seluruh sum­ber daya politiknya di jajaran legislatif (DPRdan DPRD) dan eksekutif (Kepala/Wakil Kepala Daerah) seluruh Indonesia untuk mendukung kebijakan pencalo­nan Presiden tersebut, sekali­gus mendukung kebijakan dan program-program pemerintah.

Ketiga, Partai Golkar akan melakukan komunikasi politik dengan partai-partai pendukung pemerintah untuk bersama-sama mendukung dan mengusung kembali Pak Jokowi sebagai Capres pada Pilpres 2019.

Keempat, Partai Golkar siap untuk memenangkan Pak Jokowi pada Pilpres 2019, dengan mendayagunakan segala sumber daya dan kekuatan yang dimi­liki serta jaringan organisasi yang luas dan merata seluruh Indonesia.

Dengan mencapreskan Jokowi apa Golkar bisa Juara 1?
Tekad untuk bisa menang pada Pemilu 2019 telah menjadi kepu­tusan Munaslub dan diperkuat Rapimnas. Karena itu, Partai Golkar sudah menyusun strategi pemenangan Pileg dan Pilpres secara terpadu. Dan kita akan all-out melakukan konsolidasi organisiasi sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Dilihat dari trend yang berkembang, Saya optimis Golkar bisa meraih kemenangan. Tanda-tandanya sudah terlihat dari Survei LSIpasca Munaslub, selama 2 bu­lan kepemimpinan DPP yang baru, elektabilitas Golkar naik menjadi 15 %. Khusus di DKI, posisi Golkar juga naik dari urutan ketujuh, sekarang berada di posisi ketiga.

Suara Golkar, Suara Rakyat dan Nawa Cita Jokowi apa sudah klop?
Karena Visi Negara Kesejahteraan 2045 selaras dengan Visi Pembangunan Nawa Cita, maka suara Golkar suara Rakyat pasti klop dengan Nawa Cita.  ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya