Berita

Bisnis

Semua Permintaan Jokowi Dituruti Menteri, Tapi Tak Ada Terealisasi Karena Mustahil

SENIN, 01 AGUSTUS 2016 | 15:57 WIB | LAPORAN:

Ekonom senior Faisal Basri mengkritik paket ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Menurutnya, 12 paket kebijakan ekonomi yang sudah diterbitkan itu hanya formalitas yang dibuat oleh para menteri ekonomi untuk "menghibur" Presiden Jokowi.

Sebab, Jokowi selama ini kerap meminta menterinya membuat kebijakan yang mustahil dilakukan. Namun ironisnya, diamini oleh para barisan menteri tanpa ada "challenge" bagi Presiden Jokowi.

"Maka dibikinlah paket-paket ekonomi untuk mencapai tujuan yang hampir mustahil itu. Paket dan hasilnya enggak nyambung. Karena itu hanya mengentertain (menghibur) Presiden," tegas Faisal dalam diskusi "Nasib Paket Ekonomi Di Tangan Kabinet Baru" di Jakarta, Senin, (1/8).


Ia melihat desain makro ekonomi Indonesia, selama ini hanya berlandaskan keinginan Presiden tanpa melihat kondisi di lapangan. Presiden memerintahkan suatu kebijakan dilandasi atas keinginan, bukan kebutuhan.

Celakanya, sejauh ini kebijakan Presiden Jokowi tanpa ada check and balances. Dia memberikan contoh, Presiden meminta pajak naik 30 persen, Menteri Keuangan setuju tanpa bantahan.

Lalu Jokowi meminta harga daging sapi Rp 80 ribu/kilogram. Permintaan itu pun langsung dituruti oleh menteri terkait padahal hal itu adalah hal yang mustahil saat ini.

"Jokowi cenderung mengeluarkan kebijakan tanpa challenge. Pokoknya maunya Presiden, menterinya kebingungan tapi nurut. Menterinya enggak pernah memberi Jokowi challenge. Kebijakan dilandasi oleh keinginan Presiden, bukan diagnosis 'dokter' (ahli)," kritik Faisal. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya