Berita

Joko Widodo/Net

Nusantara

Jokowi: Mayoritas Mengayomi Minoritas

SENIN, 01 AGUSTUS 2016 | 14:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo mengaku setiap saat telah dilapori oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait dengan kerusuhan yang terjadi di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat malam (29/7).

"Kapolri sudah saya perintahkan langsung untuk detik itu juga turun ke lapangan menyelesaikan, terutama mengumpulkan tokoh-tokoh. Sehingga jangan sampai isu-isu SARA seperti itu melebar kemana-mana," kata Jokowi kepada wartawan usai membuka Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan, di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8).

Dari peristiwa tersebut, menurut Kepala Negara seperti dilansir dari laman setkab.go.id, kita semuanya harus belajar dari sini bahwa semuanya harus mengayomi.


"Yang mayoritas mengayomi yang minoritas, yang minoritas juga saling bertoleransi, karena kita ini kekuatan kita, ini adalah keberagaman. Kekuatan kita ini adalah perbedaan. Kekuatan kita ada di situ," tegas Jokowi.

Jokowi bersyukur karena pihak-pihak yang terkait dengan terjadinya aksi kerusuhan, yang berujung pada pengrusakan sejumlah tempat ibadah Budha itu sudah melakukan pertemuan. Ia berharap, mudah-mudahan sudah tidak ada masalah setelah ini.

Pemerintah, tegas Jokowi, akan menindak tegas semua yang bertindak anarkis, termasuk di dalamnya yang main hakim sendiri, karena masalah SARA di negara ini harus betul-betul ditiadakan.

Diketahui, pada Jumat malam (29/7), terjadi aksi kerusuhan berbau SARA di sejumlah tempat di Kota Tanjungbalai. Namun pada Sabtu pagi (30/7), aparat sudah berhasil mengendalikan situasi. Pihak kepolisian juga mengamankan 12 orang terkait kerusuhan tersebut. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya