Berita

net

Politik

Pemerintah Diingatkan Tidak Terperangkap Isu Sara

MINGGU, 31 JULI 2016 | 11:17 WIB | LAPORAN:

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan agar Indonesia jangan terperangkap konflik bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan (Sara) yang cenderung meningkat di berbagai kawasan di dunia.

"Konflik suku, agama, ras dan antar golongan terjadi lagi di Indonesia, tepatnya di Tanjung Balai, Sumatera Utara," kata politisi PKS Mahfudz Sidik, Minggu (31/7).

Dia menjelaskan, pemerintah harus segera lakukan dua hal, yakni menegakkan hukum terhadap semua pihak yang terlibat dan bertanggung jawab atas kasus tersebut, dan melakukan langkah pencegahan meluasnya konflik tersbut ke daerah lain.


"Konflik Sara di Tanjung Balai tidak boleh dianggap sepele. Ada potensi letupan konflik yang lebih besar dan luas," beber Mahfudz.

Jika itu terjadi maka bisa menjadi pintu kekacauan politik dan ekonomi baru di negeri ini. Pasalnya, konflik Sara sedang menjadi tren di dunia. Kekacauan politik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat telah memunculkan kekuatan teror baru yang menakutkan yaitu Negara Islam (ISIS).

Dia menambahkan, kerusuhan Tanjung Balai merupakan suatu hal yang mengagetkan karena belum pernah terjadi sebelumnya.

"Apa yang mendorong warga melakukan protes yang memicu kemarahan, dan kenapa reaksi balik dari ribuan warga lainnya begitu dahsyat. Kasus ini berpotensi menjadi apa bagi republik," jelas Mahfudz.

Mantan ketua Komisi I DPR RI itu berharap pemerintah harus menegakkan hukum terhadap siapapun yang terbukti terlibat kerusuhan Tanjung Balai.

"Siapapun dia. Sambil negara memastikan bahwa dirinya mampu menjadikan Indonesia sebagai tempat hidup yang harmoni bagi semua anak bangsa," tegas Mahfudz. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya