Berita

Akbar Tandjung:net

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: Mestinya Dukungan Kepada Jokowi Di Pilpres 2019, Dibicarakan Bersama Tokoh Golkar Dulu

MINGGU, 31 JULI 2016 | 09:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Politisi senior partai beringin ini agaknya kurang sep­endapat dengan langkah yang diambil pengurus DPP Partai Golkar. Dia menilai Golkar terburu-buru memberi­kan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019 mendatang.
 
Akbar mengatakan, kalau saat ini Golkar memberikan dukun­gan kepada pemerintah Jokowi sampai 2019, itu sudah menjadi keputusan politik bersama, tapi untuk dukungan menjadikan Jokowi sebagai capres Partai Golkar, seharusnya dilakukan melalui mekanisme partai.

Akbar mengaku, tak pernah dilibatkan dalam proses peneta­pan Jokowi sebagai capres. Dia pun mengakui, hingga saat ini masih belum tahu mekanisme­nya, apabila dikaitkan dengan pernyataan dukungan tersebut.


"Kalau kaitannya dengan dukungan untuk pemilihan presiden yang akan datang, seharusnya dilakukan pembicaraan yang mendalam di antara tokoh-tokoh Golkar terlebih dulu dong," tegas bekas Ketua DPRitu saat dijumpai di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan wawancaranya dengan Rakyat Merdeka;

Golkar sudah mendapatkan satu kursi di Kabinet Kerja, tanggapan Anda?
Jadi Golkar kan sudah mengambil suatu keputusan bahwa Golkar akan memberikan du­kungan kepada pemerintahan pimpinan Presiden Jokowi. Dan itu sudah menjadi produk hasil Munas Partai Golkar yang baru. Kemudian konsekuensi daripada dukungan itu Golkar juga punya kepentingan dan tentu saja untuk Pak Jokowi itu sukses sebagai Presiden.

Responsnya adalah dengan memberikan "jatah" kepada Golkar…
Dan sebagai respons atas dukungan Golkar, Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada tokoh Partai Golkar untuk berkiprah. Tentu saja itu merupakan suatu kepercayaan. Dan tentu saja kepercayaan Presiden kepada tokoh Golkar itu sebagai suatu amanah. Dan oleh karena itu, kami mengingat­kan kepada tokoh Golkar yang diberikan amanah itu bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan sesungguh-sungguh. Karena itu sesuai dengan keinginan Presiden yang telah mendapat­kan kepercayaan amanah dan kepercayaan dari rakyat.

Ada pesan khusus kepada menteri dari Golkar?

Saya akan bertemu dengan saudara Airlangga (Hartarto, Menperin/Kader Golkar).

Untuk apa?
Ya untuk menyampaikan agar bekerja sebaik mungkin untuk kepentingan rakyat di bawah kepemimpinan Pak Jokowi.

Setelah dukungan kepada pemerintah, selanjutnya ba­gaimana posisi Golkar?
Ya seperti yang sudah saya katakan tadi, Golkar sudah menyampaikan sikapnya akan mendukung pemerintahan Jokowi sampai tahun 2019. Kemudian dukungan itu diwu­judkan dalam bentuk apa? Ya ikut menciptakan iklim yang kondusif untuk mewujudkan misi yang diemban pemerintah, khususnya Presiden Jokowi itu bisa berjalan positif.

Iklim yang kondusif, mak­sudnya?

Misalnya seperti sekarang ini ada tax amnesty, tentu kita ber­harap itu bisa sukses. Dan akh­irnya nanti akan bisa berkonti­busi bagi pembangunan nasional kita, terutama dari penyediaan anggaran. Hal itu bisa dilakukan sebaik mungkin sehingga dana yang kita dapatkan melalui tax amnesty itu bisa menyukseskan program nasional dan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dukungan yang diberikan kepada pemerintahan Jokowi sejatinya cukup besar. Apakah jatah satu menteri untuk Golkar sepadan?

Kita tidak meminta soal jatah-jatahan. Tapi kalau seandainya diajak untuk memperkuat, tentu kita akan berterima kasih, ber­syukur, dan akan memberikan satu kontribusi secara maksimal. Jadi kami tidak meminta jatah-jatah itu. Kita berpolitik bukan semata-mata meraih kekuasaan, tetapi kalau kita dipercaya, kita akan laksanakan semua amanah yang diberikan kepada kita.

Di Rapimnas, Ketum Partai Golkar Setya Novanto mende­klarasikan dukungan Golkar kepada Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019?
Sampai sekarang saya masih belum tahu mekanismenya bagaimana, apabila dikaitkan dengan dukungan itu. Kalau sekarang Golkar memberikan dukungan kepada pemerintah Jokowi sampai 2019, itu sudah kita nyatakan.

Memangnya seperti apa mekanismenya?
Kalau kaitannya dengan du­kungan untuk pemilihan presiden yang akan datang, tentu seharus­nya dilakukan pembicaraan yang mendalam dengan tokoh-tokoh Golkar dulu dong. Menurut saya yang paling penting dilakukan adalah memberikan dukungan bagi Jokowi dalam mengemban tugas sampai tahun 2019.

Maksudnya Anda mau mengatakan dukungan Golkar itu terlalu prematur?
Saya belum bisa mengatakan itu, tetapi kita tentu konsisten saja dengan dukungan kita. Kalau kita dukung beliau se­bagai Presiden sampai 2019 itu memang yang harus kita buktikan.

Kita buktikan bahwa kita tidak ragu-ragu dalam mem­berikan dukungan sampai 2019. Dan nanti kalau beliau berhasil dan sukses, serta diakui oleh masyarakat, saya yakin beliau juga akan dipilih kembali. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya