Berita

foto :net

Sengketa Laut Cina Selatan Tak Menghambat Arus Investasi Indonesia

SABTU, 30 JULI 2016 | 16:54 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengemukakan, ketegangan yang terjadi di Laut Cina Selatan tidak mempengaruhi arus investasi asing masuk ke Indonesia. Bahkan, terjadi peningkatan investasi sejumlah negara ASEAN yang tumbuh sebagai kekuatan baru ekonomi regional, yaitu dari Thailand, Malaysia dan Filipina.

Hal ini ditegaskan Thomas Lembong ketika menyampaikan realisasi Investasi Triwulan II tahun 2016 di Jakarta, kemarin.
 
Sebagaimana diketahui, krisis sengketa Laut Cina Selatan memanas setelah China membangkang terhadap putusan Pengadilan Arbitrase Laut China Selatan. Putusan Majelis Arbitrase yang diselenggarakan di bawah Annex VII dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) keluar pada 12 Juli 2016 lalu. Putusan itu mengabulkan sebagian besar dari 15 gugatan hukum Filipina terhadap China pada 2013 dan menolak posisi China atas klaim Nine-Dash Line” Laut China Selatan.
 

 
Namun, China menolak putusan Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag tersebut. China yang mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan menganggap putusan itu tidak sah. Pemerintah China bahkan memperingatkan Filipina untuk berunding di luar putusan Pengadilan Tetap Arbitrase dalam menyelesaikan sengketa  maritim dan bila menolak konfrontasi bisa pecah.

Menurut Lembong, realisasi investasi berdasarkan asal negara lima besar adalah Singapura (2 miliar dolar AS), Jepang (1,3 miliar dolar AS) Hongkong (0,6 miliar dolar AS), RR Tiongkok (0,5 miliar dolar AS) dan Malaysia (0,4 miliar dolar AS).

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM MM Azhar Lubis menambahkan, sepanjang Januari-Juni 2016 terjadi arus masuk realiasi investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1.489 triliun.

Jumlah itu meningkat 97,8 persen dibandingkan arus modal masuk PMA dan PMDN pada periode Januari-Juni 2015 sebesar Rp 752 triliun.

"Realisasinya dalam satu atau dua tahun lagi maka investasi itu akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian di dalam negeri," terangnya.

Dia juga menyebutkan, jika sebelumnya BKPM hanya memberikan kemudahan dan memfasilitasi tax allowance bagi investasi padat modal yang memberikan nilai tambah teknologi dalam negeri atau investasi Rp 100 miliar ke atas dengan menampung tenaga kerja minimal 1.000 orang, maka paradigmanya sekarang telah diubah.

"Kita juga bisa memberikan perlakuan khusus bagi investasi padat karya dengan penanaman modal di bawah Rp 100 miliar tapi menampung tenaga kerja 20 ribu orang seperti industri alas kaki, garment,” pungkasnya.[wid]

 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya