Berita

ilustrasi/net

Politik

Malam Ini Persatuan Nelayan Tradisional Gelar Halal Bihalal

SABTU, 30 JULI 2016 | 13:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) akan menggelar halal bihalal pada malam hari ini.

Berdasar undangan yang diterima redaksi, acara akan digelar di Rukan Yos Sudarso Megah, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara.

Sedangkan acara akan dimulai pukul 18.00 WIB, diawali pidato sambutan para tokoh yang peduli akan kehidupan nelayan tradisional.


Bisa diprediksi topik apa yang akan menghangat dalam pertemuan tersebut. Seperti diketahui, isu nelayan tradisional kembali mencuat beberapa hari terakhir, setelah keputusan Presiden Joko Widodo mengganti Menko bidang Kemaritiman, dari Rizal Ramli ke Luhut Binsar Panjaitan (sebelumnya Menko Polhukam).

Para aktivis lingkungan dan organisasi nelayan, terutama di Teluk jakarta, meragukan komitmen Luhut menindaklanjuti kebijakan warisan Rizal Ramli bersama Menteri Perikanan dan Menteri Lingkungan Hidup yang merekomendasikan penghentian permanen proyek reklamasi Pulau G. (Baca: Empat Alasan Penghentian Pembuatan Pulau G)

Proses evaluasi proyek reklamasi diprediksi bakal kembali ke titik nol. Padahal, hasil evaluasi Komite Gabungan itu sudah sesuai dengan putusan PTUN yang menyatakan bahwa reklamasi Pulau G harus dihentikan karena merugikan nelayan dan tidak memiliki dampak terhadap kepentingan publik.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), dalam jumpa pers di LBH Jakarta kemarin, menganggap pergantian Menko Maritim akan melemahkan penuntasan dugaan korupsi proyek reklamasi yang melibatkan pengembang dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya