Berita

ilustrasi/net

Politik

PDIP Minta Ahok Dan Pendukungnya Jangan Terus Colek-colek

SABTU, 30 JULI 2016 | 09:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

PDI Perjuangan membantah pernyataan Teman Ahok yang menyebut partainya sampai saat ini berseberangan dengan Gubernur Basuki Purnama (Ahok).

"PDIP itu partai pengusung Jokowi-Ahok bersama Gerindra saat itu. Ketika Gerindra tarik dukungan, PDIP tetap mendukung. Kami satu-satunya partai pengusung sampai sekarang tetap mendukung. Tidak bisa digeneralisir," kata politisi muda PDIP, Masinton Pasaribu, dalam diskusi KTP untuk Teman Parpol di Cikini, Jakarta, Sabtu (30/7).

Dia mempertanyakan langkah Ahok dan Teman Ahok yang seolah menempatkan diri berseberangan dengan PDIP hanya karena PDIP belum memutuskan Ahok sebagai Cagub. Padahal PDIP sampai saat ini masih melakukan penjaringan internal untuk mencari calon gubernur yang tepat.


"Kami punya mekanisme sendiri, kami tetap pada mekanisme dan aturan. Kami ingin pastikan parpol punya fungsi pendidikan politik," tegas anggota DPR RI ini.

PDIP tegaskan masih berhikmat dalam pengambilan keputusan untuk Pilkada Jakarta. Jadi, ia meminta para pendukung Ahok dan Ahok sendiri tidak terus "mencolek-colek" PDIP.

"Belanda masih jauh, kami kan dicolek-colek terus. Kami berhikmat dalam pengambilan keputusan kami," ujarnya.

Proses Pilkada memberikan alternatif pilihan kepada rakyat. Namun, bagi PDIP menang dalam Pilkada bukanlah tujuan, melainkan bagaimana parpol menampakkan prinsip keorganisasian.

"Kami ingin meletakkan kerangka ideologi kepada rakyat. Kami tidak buru-buru (memutuskan cagub) karena kami ingin berhikmat , jangan goda-goda terus," tegasnya.  [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya