Berita

foto :net

Politik

WNI Terancam Mati Di Luar Negeri Akan Sulit Diselamatkan

JUMAT, 29 JULI 2016 | 10:50 WIB | LAPORAN:

Tercatat sudah 101 negara yang menghapus hukuman mati dan 22 negara telah berhenti melaksanakan hukuman mati.

Praktek hukuman mati di Indonesia saat ini akan merugikan Warga Negara Indonesia (WNI), sekaligus berimbas pada pergaulan di dunia internasional.

"Terus dijalankannya pidana mati akan mengancam perlindungan WNI di luar negeri yang terancam dieksekusi mati," kata Kabid Fair Trial Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Arif Maulana, Jumat (29/7).


Saat ini, tercatat hampir 300 orang WNI di luar negeri yang terancam hukuman mati. Hal itu, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) serius bagi pemerintah untuk menyelamatkan ratusan nyawa yang akan dieksekusi.

"Dengan terus menjalankan hukuman mati, Indonesia akan kehilangan posisi tawar untuk menyelamatkan WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri," sesalnya.

Sebelumnya, pemerintah telah melaksanakan eksekusi mati jilid tiga terhadap empat dari 14 orang terpidana mati kasus narkotika, dinihari tadi.

Padahal, berbagai kalangan menolak dengan berbagai argumentasi. Mulai dari aktifis HAM, PBB, hingga mantan presiden RI, B.J. Habibie.

Jika mengacu pada data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pengguna narkotika di tahun 2008, mencapai 3,3 juta jiwa.

Angka tersebut bertambah pada  2015 menjadi 5,1 juta jiwa.

Padahal, terhitung sejak tahun 2004 hingga 2015, tidak kurang 21 terpidana yang berkaitan dengan narkotika dieksekusi mati oleh pemerintah.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya