Berita

Indonesia-Swedia Jajaki Kerja Sama Peningkatan Kualitas Pekerja

KAMIS, 28 JULI 2016 | 20:53 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah Indonesia dan pemerintah Swedia sepakat menjajaki kerja sama di sektor ketenagakerjaan. Kerja sama bilateral ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pekerja Indonesia melalui program pelatihan yang melibatkan perusahaan-perusahaan Swedia di dalam negeri.

"Kita merespon positif  penjajakan kerja sama dengan Swedia. Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kualitas pekerja di Indonesia melalui transfer knowledge dalam bentuk pelatihan di tempat kerja ataupun di lembaga pelatihan yang ada," jelas Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam pertemuan dengan Plt. Dubes Swedia Eddy Fonyo di kantornya, Jakarta, Kamis (28/7).

Menurutnya, pelatihan keterampilan kerja itu bisa ditransformasi melalui kerja sama yang melibatkan perusahaan-perusahaan dan tenaga kerja Swedia yang berada di Indonesia.


"Misalnya BLK (Balai Latihan Kerja) bekerja sama dengan perusahaan otomotif, listrik maupun elektronik dari Swedia di Indonesia. Kita juga minta agar para pekerja asing melakukan transfer knowledge sehingga kualitas pekerja kita meningkat," kata Menteri Hanif.

Dia mengatakan, upaya sinergi peningkatan kualitas pekerja Indonesia dengan perusahaan-perusahaan itu sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo.

"Tidak bisa lagi kita hanya mengandalkan dengan struktur-struktur dalam negeri saja tapi harus bersinergi dari pihak luar negeri untuk meningkatkan kualitas pekerja Indonesia," beber Menteri Hanif.

Pada prinsipnya investasi asing harus membawa manfaat terciptanya lapangan kerja baru, dan terjadi perluasan kesempatan kerja sehingga dapat menyerap tenaga kerja Indonesia dalam jumlah besar.

"Tidak ada perlakuan diskriminatif antara tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja asing dalam hal pengupahan, sehingga dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif, aman, nyaman dan harmonis," jelas Menteri Hanif.

Sebagai salah satu tanggung jawab Kemenaker terkait daya saing tenaga kerja dan produktivitas khususnya melalui pelatihan kerja, Menteri Hanif mengatakan pihaknya telah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait.

"Bahkan kebijakan-kebijakan tersebut memposisikan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai leading sectors dalam penyiapan SDM berbasis kompetensi dengan menekankan pada sinergitas dunia pendidikan dan pelatihan kerja," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Plt. Dubes Swedia Eddy Fonyo juga menyampaikan pesan Perdana Menteri Swedia telah berkirim surat sekaligus mengundang Presiden Jokowi untuk bergabung dalam kelompok utama para pemimpin dari pemerintahan, pengusaha/bisnis dan serikat pekerja/buruh, serta organisasi yang mendukung Global Deal Initiative (GDI).

GDI sendiri rencananya akan diluncurkan pada penyelenggaraan UN General Assembly di New York, 21 September mendatang. GDI yang dilengkapi dengan Deklarasi Pendukung merupakan upaya atau inisiatif bersama dari para pemangku kepentingan untuk mempromosikan kerja layak dan meningkatkan produktivitas yang dapat memberikan keuntungan. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya