Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

Pria Indonesia Masih Kurang Waspada Kanker Prostat

KAMIS, 28 JULI 2016 | 17:27 WIB | LAPORAN:

Kesadaran masyarakat Indonesia, umumnya kaum pria usia lanjut terhadap kesehatan kelenjar prostat masih sangat rendah. Padahal, kanker prostat perlu diwaspadai sejak usia memasuki 30 tahun.

Hal tersebut disampaikan dokter spesialis Urologi Siloam ASRI, dr Chaidir Arif Mochtar saat media gathering bertema "Kenali Gangguan Prostat" di Hotel Amaris, Jakarta Selatan, Kamis (28/7).

Dia membeberkan, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker prostat adalah kasus kanker paling umum urutan kedua yang menimpa kaum pria. Diperkirakan, sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker prostat dan terdapat 307 ribu kasus kematian pada tahun 2012.


Sedangkan di Indonesia sendiri, kata Chaidir, pada tahun 2012 terdapat sekitar 13.600 kasus dengan angka kematian hingga 9.191 kasus penderita kanker prostat. Jumlah ini, kata Chaidir terus meningkat. Atas dasar itu, Chaidir meminta  memasyarakat harus rutin melakukan deteksi dini supaya bisa mencegah penyakit tersebut.

"Secara reguler, periksakan diri, bisa dengan cara tes PSA (prostate specific antigen) di lab. Atau dengan cara colok dubur secara berkala dengan jari oleh dokter, ini akan bisa mendeteksi prostat," jelasnya.

Menurut Chaidir, banyak orang yang kurang menyadari penyakit kanker prostat. Minimnya kesadaran tersebut bisa berdampak serius, misalnya terjadi pembesaran prostat yang abnormal.

Dia menjelaskan, deteksi dini yang dilakukan oleh masyarakat Eropa dan Amerika terhadap penyakit ini bisa mencapai 90 persen karena mereka mengerti pentingnya kesehatan dan ingin hidup lebih lama.

"Kalau di negara kita, tak sampai 40 persen," terangnya.

Chaidir menambahkan, seseorang yang sudah terkena kanker prostat, tingkat kesembuhannya besar jika bisa terdeteksi sejak dini. Namun seandainya sudah sampai stadium tiga, dia tak bisa menjamin bisa sembuh total. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya