Berita

Bisnis

XL Axiata Pilih Ericsson Untuk Layani Pengguna Dalam Ruangan

KAMIS, 28 JULI 2016 | 11:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ericsson dipilih oleh XL Axiata untuk mengimplementasikan solusi small cell dalam ruangan untuk LTE dan 3G/WCDMA berbasis Ericsson Radio Dot System dan Ericsson Micro Remote Radio Unit (mRRU).

Solusi ini didesain untuk dapat terintegrasi dengan jaringan berbasis LTE dan 3G/WCDMA milik XL Axiata, dan akan memungkinkan XL Axiata untuk memperluas jangkauan aplikasi dalam ruangan dan kapasitas jaringan. 

Dengan demikian, XL Axiata dapat menawarkan kepada pelanggannya suara berkualitas tinggi dan pengalaman data di lebih banyak lokasi dalam gedung.


Pemasangan awal telah dilakukan di Bandar Udara Internasional Jakarta dan ini merupakan implementasi komersial pertama di Indonesia.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, Ericsson Radio Dot System merupakan solusi yang tepat bagi komitmen untuk secara terus menerus meningkatkan pengalaman layanan mobile pada pelangga.

"Dengan solusi tersebut, pelanggan XL Axiata akan menikmati pengalaman dalam ruangan yang lebih baik," ujarnya.

Head of Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Thomas Jul, mengatakan, lingkungan dalam ruangan dihadapkan pada tantangan-tantangan tertentu bagi operator dari segi kompleksitas, skalabilitas dan pemberian layanan yang berkelanjutan.

Dalam waktu yang bersamaan, konsumen mengharapkan adanya layanan suara dan jangkauan data berkualitas tinggi, dimanapun mereka berada.

Dengan memberikan jangkauan luas yang seamless dalam skenario layanan dalam gedung, Ericsson Radio Dot System dapat menjadi perbedaan utama bagi XL Axiata di pasar yang kompetitif di Indonesia.

Arsitektur sel kecil seperti Ericsson Radio Dot System dibuat untuk semakin menjadi populer atau lazim selagi jaringan berevolusi ke 5G. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya