Berita

foto :net

Politik

PDIP: Tragedi 27 Juli Puncak Intervensi Kekuasaan Orde Baru

RABU, 27 JULI 2016 | 15:46 WIB | LAPORAN:

27 Juli mengingatkan tragedi pelanggaran HAM dan intervensi penguasa yang terjadi 20 tahun silam.

"Pemerintahan yang berkuasa saat itu menggunakan alat negara dan mematikan demokrasi arus bawah dengan menyerang kantor PDI sebagai simbol kedaulatan politik partai, hingga saat ini masih gelap," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai diskusi terbatas di Jalan Diponegoro, Jakarta  Rabu (27/7).

Hasto menegaskan, sesuai amanat Kongres IV, PDIP akan terus memperjuangkan penyelesaian pelanggaran demokrasi berat tersebut.


Dalam kesempatan yang sama, Trimedya Panjaitan yang sejak awal konsisten memilih jalur hukum melalui Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menyesalkan proses kasus 27 Juli 1996 terhenti di pengadilan koneksitas.

"DPP PDIP meminta bantuan Komnas HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia untuk mempercepat penyelesain kasus penyalahgunaan kewenangan kekuasaan pemerintahan negara tersebut," ujar Trimedya Panjaitan yang juga menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan HAM.

Sejumlah narasumber dari Komnas HAM, YLBHI dan pegiat HAM turut hadir dalam diskusi terbatas tersebut.

Ketua Komnas HAM, M. Imdadun Rahmat, yang hadir didampingi komisioner Anshari, dan Sandra Moniaga menyatakan pihaknya menemukan bukti-bukti adanya perencanaan, penyerangan, dan pengambilalihan paksa kantor PDI.

"Perlu desain penyelesaian kasus 27 Juli 1996 dengan mengunakan UU No 26 tahun 2000 tentang HAM. Supremasi hukum harus ditegakkan sebagai dasar bernegara guna menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM," tegas Hendardi dari Setara Institute.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya