Berita

jusuf kalla/net

Jadi Presiden Sesungguhnya, JK Kendalikan Reshuffle

SELASA, 26 JULI 2016 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar mengenai kocok ulang Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo terus bergulir.

Informasi yang diperoleh dari kalangan Istana menyebutkan bahwa tidak seperti tahun lalu kocok ulang kali ini dikendalikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Beberapa posisi kunci disebutkan berhasil dikuasai JK. Rini Soemarno, misalnya, disebut-sebut digeser dari posisi Menteri Negara BUMN dan digantikan oleh Sofjan Djalil yang kini menduduki posisi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas.


"JK menang banyak, kalau Sofjan Djalil benar-benar ditempatkan di posisi Meneg BUMN," ujar pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Hendri Satrio dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu, Selasa malam (26/7).

Hendri mengatakan bahwa reshuffle Kabinet Kerja bagaimanapun juga adalah alat untuk mengukur dan membuktikan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Menurut Hendri Satrio, seharusnya Jokowi tidak tunduk dan takluk menghadapi tekanan pihak-pihak yang ingin membajak cita-cita pemerintahannya.

"Reshuffle adalah pembuktian leadership Jokowi. Dia harus fokus pada pekerjaan mewujudkan janji politik, Trisakti dan Nawacita. Jangan biarkan JK menjadi presiden sesungguhnya," demikian Hendri. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya