Berita

jokowi/net

Tiga Jurus Jokowi Benahi Kondisi Ekonomi

SENIN, 25 JULI 2016 | 09:49 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu belakangan ini turut berdampak kepada Indonesia. Perlu adanya perbaikan dari berbagai sektor untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada acara Silaturahmi Nasional Pendukung Jokowi 2016, Minggu (24/7), mengatakan, saat ini semua negara di dunia tengah mengalami tekanan ekonomi global, tak terkecuali Indonesia. Namun begitu, ia percaya Indonesia dapat melewati kondisi yang tengah terjadi.

"Kita doa bersama agar ekonomi kita (kembali) ke titik baliknya sekarang, untuk naik kembali, sedikit demi sedikit," ucap Jokowi di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta.


Untuk memperbaiki kondisi ekonomi, ia menekankan tiga hal pokok yang harus dibenahi. Pertama yakni soal deregulasi ekonomi.

Ia menyampaikan, deregulasi ekonomi bertujuan untuk mengurai kerumitan peraturan yang menghambat mengambil keputusan dengan cepat. Dengan mempermudah peraturan, ia yakin, negara dapat cepat mengambil keputusan jika mengalami kondisi serupa pada masa mendatang.

"Dunia ini sangat sulit ditebak. Maka, deregulasi sangat penting sekali," tutur dia.

Kedua, lanjut dia, pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur. Bekas Gubernur DKI Jakarta itu menilai, adanya persaingan antar negara yang sangat ketat dan berebut investasi, membuat fondasi-fondasi harus dibangun secepatnya.

"Tanpa perombakan, keberanian memangkas, jangan berharap kita bisa berkompetisi dengan negara lain. Kuncinya hanya di situ," jelas dia.

Soal efisiensi pemerintahan, ia juga memfokuskan soal kecepatan pemerintah melayani rakyat. Ia yakin, jika tradisi lama dipertahankan, Indonesia selamanya tidak akan dapat berkompetisi dengan negara lain. Oleh karenanya, ia terus menekankan soal perubahan.

Terakhir, Jokowi juga menekankan soalnya reformasi dalam bidang hukum. Menurutnya, reformasi di bidang hukum sangat diperlukan, apalagi di bidang legislasi nasional dan daerah, kelembagaan dan aparat hukum, dan pendidikan serta kebudayaan hukum.

Jokowi mengatakan, semua elemen tersebut perlu diperbaiki secara total, sehingga rakyat dapat melihat dan merasakan hukum hadir untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk orang-orang berduit. Namun begitu, segala perbaikan yang ditekankan olehnya juga butuh waktu.

"Saya ini jadi Presiden belum ada dua tahun lho, jangan semua dikejar semua selesai cepet-cepetan," tegas dia. [ysa]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya