Berita

JOKO WIDODO/NET

Politik

Sektor Ekonomi Tidak Menggembirakan Selama 2 Tahun Jokowi Berkuasa

MINGGU, 24 JULI 2016 | 22:10 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Hasil survei Saiful Mujani Reasearch and Consulting (SMRC) memang menunjukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama dua tahun belakangan terus naik hingga 67 persen. Namun, bukan berarti pemerintahan Jokowi-JK tanpa persoalan.

Peneliti SMRC Sirojudin Abbas memaparkan, setidaknya kinerja Jokowi-JK untuk pemenuhan kebutuhan pokok, pengangguran, lapangan kerja, orang miskin dan pemerataan kesejahteraan, dianggap belum maksimal.

"61 persen masyarakat mengatakan pemenuhan kebutuhan pokok saat ini semakin berat. 62 persen berpendapat pengangguran saat ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu," urai Sirojudin dalam konferensi pers di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/7).


Sebanyak 71 persen masyarakat berpendapat mencari kerja lebih sulit dibanding tahun lalu. Jumlah orang miskin tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun 2015 lalu (54 persen).

"Pemerataan kesejahteraan saat ini masih dinilai belum ada perubahan dengan 44 persen berpendapat sama saja, 34 persen menyebut kesejahteraan semakin tidak merata, naik dari periode Maret 2016 sebesar 30 persen," tambah Sirojudin.

Survei SMRC terkait dua tahun kinerja pemerintah dilakukan 20 - 28 Juni 2016 terhadap 1.220 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error plus minus 3,1 persen.[wid] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya