Berita

foto :rmol

Politik

Survei SMRC: Korupsi Bertambah Tapi Upaya Pemerintah Tetap Diapresiasi

MINGGU, 24 JULI 2016 | 18:44 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kinerja Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla dalam pemberantasan tindak pidana korupsi kembali menjadi sorotan.

Hal tersebut terangkum dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). yang digelar selama periode 22-28 Juni 2016.  

Hasil survei SMRC tersebut menunjukkan sebanyak 54 persen responden menilai tindak pidana korupsi di Indonesia saat ini tidak berkurang justru semakin banyak.


"Yang berpendapat semakin sedikit hanya 16 persen, mengalami kenaikan dari periode Maret 2016 yaitu 14 persen. Kemudian sisanya menjawab sama saja ada 21 persen," papar Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas saat konfensi pers di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/7).

Menurutnya, meski tingkat korupsi meningkat, tetapi upaya pemerintah dalam memberantas penyakit sosial itu mendapat apresiasi. Yakni, sebanyak 30 persen menyebut upaya menekan korupsi uang negara semakin baik, naik lima persen dibanding Maret 2016 sebesar 25 persen.

"Yang mengatakan upaya pemberantasan korupsi saat ini semakin buruk ada 24 persen. Naik 4 persen dari survei yang dilakukan pada bulan Maret 2016. Kemudian masyarakat yang bilang sama saja ada 32 persen dan sisanya tidak menjawab," terangnya.

Survei kinerja pemerintah Jokowi-JK ini menargetkan seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Survei sendiri dilakukan dengan metode random (multistage random sampling) yang mengambil 1.220 responden. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Selain itu, untuk response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1027 atau 84 persen. Sebanyak 1.027 responden ini yang dianalisis dengan margin of error +/- 3.1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).[wid]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya