Berita

foto :net

Bisnis

Rapat Kebijakan Moneter BI Menarik Perhatian

JUMAT, 22 JULI 2016 | 10:13 WIB

PERHATIAN investor akan tertuju pada rapat kebijakan Bank Indonesia hari Kamis yang banyak diprediksi akan menetapkan pemangkasan suku bunga ke-5 tahun ini. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia semakin membaik karena data ekonomi telah stabil dan intervensi bank sentral membantu mendongkrak pertumbuhan.

Berkembang ekspektasi pasar bahwa kemungkinan pemotongan suku bunga di hari Kamis ini akan menjadi pemotongan terakhir di tahun 2016 yang mendukung skema pengampunan pajak. Dengan semakin baiknya selera risiko, saham Indonesia melejit ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir dan berpotensi terus meningkat jika Indonesia menampilkan sinyal pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Pasar saham tak goyah pada trading hari Rabu walaupun IMF mengeluarkan prospek pertumbuhan yang suram sehingga mengganggu selera risiko. Saham Asia tertekan pada hari Selasa dan memasuki hari Rabu tanpa arah yang jelas karena investor harus mengevaluasi kembali keadaan ekonomi global sehubungan dengan proyeksi IMF tersebut.


Walaupun saham Eropa menguat karena peningkatan saham teknologi, situasi dapat memburuk di masa mendatang karena isu perlambatan pertumbuhan global merusak ketertarikan terhadap aset berisiko. Wall Street menunjukkan sinyal kelelahan di hari Selasa, namun dapat menguat di pembukaan hari Rabu apabila tren bullish dari Eropa menjadi dasar bagi investor bullish untuk mengadakan aksi beli.

Saham global mengalami periode peningkatan yang cukup panjang yang didorong oleh optimisme terhadap intervensi sejumlah bank sentral untuk mengatasi gejolak finansial. Kewaspadaan terhadap semakin lambatnya pertumbuhan global dan turunnya keyakinan global masih terus berlanjut, sehingga keberlangsungan reli pasar ini harus dipertanyakan. Walaupun tekanan pasca Brexit semakin berkurang dan data China semakin stabil sehingga sentimen global pun cukup membaik, investor harus tetap berhati-hati dalam menghadapi relief rally berkepanjangan ini.

Sentimen global sangat terpukul pada hari Selasa setelah IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini menjadi 3,1 persen, menurun 0,1 persen dibandingkan proyeksi sebelumnya. IMF telah berulang kali memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini dan Brexit semakin menambah ketidakpastian dalam ekonomi global yang rapuh saat ini. Penghindaran risiko pun terus meningkat karena melambatnya pertumbuhan global, sehingga saham dan aset berisiko dapat semakin tertekan.

Rapat ECB Menjadi Sorotan

Investor akan mengarahkan perhatian terhadap rapat Bank Sentral Eropa (ECB) yang di hari Kamis ini yang banyak diduga tidak akan membuat perubahan kebijakan penting apa pun. Ini tidak mengejutkan karena ketidakstabilan situasi finansial saat ini memaksa sebagian besar bank sentral untuk waspada dan tidak mengambil langkah terlebih dahulu. 

Dampak Brexit telah mengguncang Uni Eropa dan pertumbuhan PDB pun diprediksi akan menurun. Bahkan sebelum Brexit, Eropa sudah berkutat dalam upaya mengatasi inflasi yang statis. Situasi global juga mengekspos wilayah ini pada risiko negatif. Walaupun ECB mungkin tidak akan mengambil langkah kebijakan di hari Kamis, namun pelonggaran lebih lanjut di masa mendatang masih mungkin dilakukan. Mario Draghi mungkin akan kembali mengeluarkan pernyataan dovish mengenai keadaan ekonomi Zona Euro yang dapat memperlemah kurs EUR.

Dari sudut pandang teknikal, EURUSD menjadi semakin bearish pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakdown di bawah 1.1000 maka akan terbuka jalan menuju 1.0900. Harga berada di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD melintas ke bawah. Jika harga mencapai 1.1000, maka level support ini dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.0900.

GBP terangkat di hari Rabu karena laporan menampilkan bahwa tingkat pengangguran Inggris turun di bawah 5 persen untuk pertama kalinya sejak 2005.  Dalam situasi normal, kondisi ketenagakerjaan yang membaik akan memperkuat optimisme terhadap ekonomi Inggris karena hal ini menjadi sinyal stabilitas ekonomi. Sayangnya, situasi saat ini sedang tidak normal dan ketidakpastian pasca Brexit dapat mengacaukan pemulihan kurs GBP.

Kita juga harus memperhatikan bahwa ekspektasi semakin meningkat bahwa suku bunga Inggris akan dipangkas di masa mendatang yang dapat mendorong investor bearish untuk mengadakan aksi jual. Walaupun laporan ketenagakerjaan yang positif ini dapat memicu relief rally GBPUSD, divergensi kebijakan moneter antara BoE dan Fed akan membatasi kenaikan nilai tukar. Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD telah menemui level support yang sulit di atas 1.3100. Breakdown di bawah level ini dapat membuka jalan menuju 1.2800.

Sorotan Komoditas - Emas


Harga emas melemah pada hari Rabu karena kombinasi antara menguatnya USD dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS di tahun 2016 menjadi motivasi bagi investor bearish untuk menekan harga. Terlepas dari penurunan jangka pendek ini, emas memiliki kemampuan untuk pulih karena rilis prospek ekonomi IMF yang suram membangkitkan kembali kegelisahan pasar sehingga aset safe haven ini pun menjadi semakin menarik. Investor bullish harus mempertahankan level support $1320 untuk dapat kembali meningkat menuju $1345. Penurunan tajam di bawah $1320 dapat membuat logam mulia ini semakin rentan untuk anjlok lebih rendah lagi.

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi dan tidak boleh dianggap sebagai saran pribadi dan/atau saran investasi lainnya dan/atau penawaran dan/atau ajakan transaksi instrumen keuangan apa pun dan/atau jaminan dan/atau prediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin akurasi, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.



Lukman Otunuga

Research Analyst Forextime 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya