Berita

Agus Martowardojo: net

Wawancara

WAWANCARA

Agus Martowardojo: Bila Tax Amnesty Berhasil, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2017 Bisa 5,6 Persen

RABU, 20 JULI 2016 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bos besar Bank Indonesia ini optimistis menatap per­tumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan. Prediksinya, ekonomi akan tumbuh di kisaran 5,6 persen. Bahkan bisa lebih.

Prediksi itu bukan tanpa alasan. Aroma pertumbuhan ekonomi tahun depan sudah mu­lai terasa. Yang paling konkret, cadangan devisa tahun ini men­ingkat hampir dua kali lipat dari­pada tahun lalu, salah satunya di­pompa oleh euforia tax amnesty. Lewat aliran kencang dana panas (hot money) yang masuk melalui program tax amnesty, otomatis akan menguatkan rupiah kita. Berikut penjelasan Agus Marto di Jakarta;

Berapa prediksi pertumbu­han ekonomi tahun depan?
Pada tahun 2017, pertum­buhan ekonomi bisa mencapai 5,6 persen, bila tax amnesty berhasil. Jadi memang powerfull sekali kebijakan itu. Jadi 5,6 persen itu juga baru baseline.

Pada tahun 2017, pertum­buhan ekonomi bisa mencapai 5,6 persen, bila tax amnesty berhasil. Jadi memang powerfull sekali kebijakan itu. Jadi 5,6 persen itu juga baru baseline.

Artinya, masih bisa lebih tinggi?

Tentu, kalau dengan perkiraan realisasi pemerintah, pertumbu­han bisa lebih tinggi. 5,6 persen itu juga memang tergantung dari kemampuan memanfaatkan dana repatriasi untuk dialihkan sektor riil.

Kabarnya, cadangan devisa juga meningkat signifikan?
Iya, hingga akhir Juni, ada sebesar 109, 8 miliar dolar AS. Kalau dibandingkan dengan akhir Mei itu kan kurang lebih 103,6 miliar dolar AS. Jadi ada kenaikan 6 miliar dolar ASlebih. Dan sebab dari kenaikan itu adalah ada dua kali penarikan global bond dari pemerintah yang jumlahnya kurang lebih 4 miliar dolar AS.

Selain itu?
Kemudian juga ada peneri­maan dari penjualan migas. Ada juga penarikan pinjaman dari pemerintah. Dan juga dari ster­ilisasi stabilitasi sistem keuan­gan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Ini pertanda baik, atau ba­gaimana?
Kita harus sambut baik. Karena 109,8 miliar dolar ASitu adalah ekuivalen 8,4 bu­lan impor. Padahal sebetulnya cukup diatur itu tidak kurang dari tiga. Tapi Indonesia bisa mencapai 8,4, itu adalah suatu kondisi yang baik.

Dasarnya?
Secara umum, kita melihat ada dana masuk ke Indonesia yang cukup besar.

Berapa besarnya?

Minggu lalu itu sudah bisa masuk Rp 108 triliun, diband­ingkan satu tahun (lalu) itu Rp 55 tiriliun. Jadi cukup besar alirannya. Kita terus mengikuti dan ini dalam banyak hal.

Hampir dua kali lipat dari tahun lalu?

Karena tax amnesty cukup disambut baik, namun juga kondisi ekonomi global keliha­tannya juga sudah lebih ada agak kepastian.

Contohnya?
Bahwa Fed Fund Rate mung­kin tidak akan segera dinaik­kan. Dan juga resiko di Brexit itu dengan adanya penunjukan Perdana menteri yang baru, dan keinginan dari Inggris maupun negara-negara Eropa untuk meyakini tidak membuat kondisi stabilitas ekonomi global itu terlalu terpengaruh. Itu membawa dampak yang baik. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya