Berita

Brigjen Rudy Sufahriadi:net

Wawancara

WAWANCARA

Brigjen Rudy Sufahriadi: Yang Menembak Santoso Dan Basri Tim Alfa 29, Tim Gabungan TNI-Polri

RABU, 20 JULI 2016 | 08:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi memastikan pentolan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan Basri ber­hasil ditembak mati dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala pada Senin (18/7) lalu.
 
Kepastian itu, kata Rudy, berdasarkan identifikasi indera manusia, yakni dengan menun­jukkan jenazah Santoso kepada kelompok MITyang sudah ter­tangkap dan juga keluarganya. Kini Satgas Tinombala terus mengejar sisa 19 orang pengi­kut Santoso lainnya yang lari masuk hutan. Berikut penjelasan Rudy di Istana Kepresidenan terkait keberhasilan Satgas Tinombala;

Kabarnya Satgas Tinombala berhasil menembak mati dua gembong teroris Poso, Santoso dan Basri. Benar begitu?
Iya, sudah pasti Santoso.

Iya, sudah pasti Santoso.

Bagaimana Anda memasti­kan itu?
Yang paling meyakinkan itu ada tahi lalat di antara alisnya. Kedua ternyata setelah ada tim yang bersambung tim penjemput sudah dibawa ke Poso pesisir, diduga tersangka kedua adalah Basri. Berdasarkan identifikasi indera manusia juga, dengan menunjukkan jenazah Santoso kepada kelompok MIT yang sudah tertangkap dan juga kelu­arganya. Basri ini pernah saya tangkap ketika saya Kapolres di Poso dan (dia) sedang men­jalani hukuman, sisa hukuman satu tahun lagi melarikan diri dari LPdi Ampana dalam kasus terorisme

Kapan pengumuman hasil identifikasinya?
Mudah-mudahan nggak lama. Kalau face match tidak terlalu lama. Tapi keputusan hukum­nya itu harus melalui tes DNA. Kalau match dua-duanya, pasti akan kami sampaikan.

Bagaimana kronologis baku tembak saat itu?
Ketika sedang berpatroli dida­pati ada 5 orang bersenjata didu­ga DPO dari jarak 20-30 meter mereka melihat, lalu mendekati. Ketika mencoba mendekati, terjadi baku tembak dan di situlah tertembaknya dua DPO laki-laki.

Bagaimana tiga DPO yang lain bisa lolos?
Tiga lolos lantaran saat itu suasananya mendung. Selain itu posisi para pelaku berada di pinggir kali, dan dua orang diduga Santoso dan Basri aktif melakukan perlawanan. Kita tembak keduanya. Yang tig­anya belum bisa ditangkap, jadi melarikan diri. Saat ini sedang dilakukan pengejaran. Saya juga memberikan bantuan dari tim-tim yang lain untuk menge­jar itu.

Kapuspen TNI menyebut Tim Kostrad yang melumpuh­kan Santoso dan Basri?
Jadi tim Alfa yang melakukan penembakan terhadap Santoso itu tim Alfa 29 adalah praju­rit dari Batalyon 515 Jember, Kostrad. Tim Alfa itu gabungan TNI dan Polri.

Jadi di sini saya sampaikan terima kasih atas kerja samanya antara Polri dan TNI. Inilah op­erasi pertama menangggulangi terorisme antara TNI dan Polri, dan hasilnya Alhamdulillah baik sekali.

Santoso tewas, selanjut­nya bagaimana dengan ke­beradaan Satgas Tinombala?

Satgas Tinombala tetap bek­erja. Pengejaran akan terus dilakukan, sisanya tinggal 19 orang sekarang. Makanya kami mengimbau agar teroris yang masih bersembunyi menyerah­kan diri.

Kepada yang 19 orang, kalau memang mau menyerahkan diri, saya jamin tidak akan ada pemukulan dan lain sebagainya. Tidak usah takut. Kami akan melakukan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, itu saja. Itu lebih baik daripada kita mencari dan lain ceritanya.

Presiden Jokowi juga ber­harap agar operasi penump­asan teroris tetap berjalan. Arahannya, lakukan operasi dengan baik.

Lantas, siapa yang menjadi penerus Santoso?

Ali Kalora berpotensi memimpin. (Ali) Selama ini dia yang paling senior, paling lama jadi teroris di sana.

Bagaimana kekuatan mer­eka saat ini?

Mudah-mudahan sampai saat ini saya belum melihat kekuatan baru, kita selesaikan ini tapi program deradikalisasi dan kontra radikal di Poso harus tetap berjalan. Kami kejar sisanya. Tapi, kelompok teroris tersebut terus melemah. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya