Berita

foto :net

Bisnis

Sinar Mas Siapkan Rp 130 Miliar Untuk Program Desa Makmur Peduli Api

SELASA, 19 JULI 2016 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Perusahaan industri kehutanan dan kertas, APP-Sinar Mas menyiapkan dana investasi hingga 10 juta dolar AS atau setara Rp 130 miliar untuk pembentukan 500 Desa Peduli Api di sekitar konsesi perusahaan di Sumatera dan Kalimantan.
    
"Program Desa Makmur Peduli Api ini mulai dibentuk di lima provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Antara lain di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur," kata Kepala Divisi Sosial dan Keamanan Sinar Mas Forestry Agung Wiyono.

Ia menjelaskan program ini merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah ekonomi sosial dan lingkungan antara perusahaan dan masyarakat. Sebabnya, tidak bisa dipungkiri terdapat lebih dari 700 desa yang berada disekitar maupun di dalam konsesi perusahaan.


Pada tahun ini, manajemen berupaya untuk membentuk 80 Desa Makmur Perduli Api (DMPA) di lima daerah yang ada konsesi hutan tanaman industri. Jumlah paling banyak terdapat di Riau, yakni mencapai 35 DMPA.

Kemudian, di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Sumsel, ada 20 DMPA, Jambi (15) dan Kalimantan Barat serta Kalimantan Timur masing-masing lima DMPA.

"Pemilihan desa yang masuk kriteria DMPA disesuaikan dengan tujuan program ini, yakni desa yang kerap kali menjadi sumber konflik dengan perusahaan, memiliki rekam jejak kebakaran lahan yang tinggi, dan menjadi pusat perambahan serta pembalakan liar," katanya mengutip rilis humas APP Sinar Mas.

Agung mengatakan, setiap desa mendapatkan dana sekitar Rp 200 juta sampai Rp 270 juta atau tergantung permintaan masyarakatnya. Dana tersebut digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, juga sebagai permodalan desa untuk penanaman hortikultura, persawahan, peternakan, budidaya dan lainnya.

"Tujuan dari DMPA ini secara jangka panjang bisa menyelesaikan masalah tapal batas dengan jelas, mencegah kebakaran lahan, melibatkan masyarakat menjaga kelestarian hutan dan adanya transfer teknologi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat setempat," lanjut Agung.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya