Berita

Jenderal Tito Karnavian:net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Tito Karnavian: Teroris Nembak Orang, Masak Petugas Menyerang Dibilang Melanggar HAM

SELASA, 19 JULI 2016 | 08:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomnA HM) mem­bentuk Tim 13 untuk mengeval­uasi penanganan terorisme yang dijalankan Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Pasca terbentuk tim tersebut publik menyorot dugaan adanya aliran dana asing yang masuk ke kedua lembaga tersebut. Jenderal Tito Karnavian, bekas Kepala Detasemen Khusus 88 yang kini memegang tongkat komando Polri langsung mem­bantah spekulasi itu. Berikut pernyataan lengkap Jenderal Tito terkait hal tersebut;

Komnas HAM ingin men­gevaluasi penanganan terorisme, Anda selaku orang yang pernah memimpin Densus 88 bagaimana menyikapinya?

Saya belum mendengar ya, itu apa sudah resmi...

Sudah, bahkan saat ini su­dah dibentuk Tim 13...

Sudah, bahkan saat ini su­dah dibentuk Tim 13...
Tapi yang jelas saya kira be­gini ya, selama ini kan kita sudah melakukan evaluasi penanganan terorisme.

Apa itu cukup?
Apresiasi juga saya rasa cukup banyak ya, dari banyak pihak mengenai penanganan terorisme di (negara) kita. Dan kita kan menggunakan law inforcement strategy selama ini, yaitu meng­gunakan penegakan-penegakan hukum.

Dugaan pelanggaran HAM saat Densus 88 menangani terorisme menjadi sorotan Tim 13?
Saya pikir itu harus dijelaskan, yang mana ya. Beda.

Maksudnya?

Kalau untuk kasus-kasus, kita melihat bahwa yang dilawan ini kan orang-orang yang melaku­kan kekerasan juga. Bayangkan itu nembak di Jalan Thamrin, tolonglah dilihat itu. Kemarin melakukan penyerangan Polres, masak kita melakukan pelangga­ran HAM. Kita menembak orang yang sedang menyerang petugas maupun membahayakan nyawa masyarakat.

Selain soal pelanggaran HAM, Tim 13 juga menyoroti dugaan adanya aliran dana asing ke Densus 88 dan BNPT. Itu benar?

Kalau mengenai masalah anggaran, itu sudah diperiksa oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Secara detail dua bulan, tiga bulan ya, baik di BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) mau­pun Densus 88.

Hasilnya?

Opininya, tanpa pengecualiandan tanpa catatan apapun. Artinya tidak ada masalah. Dan kemudian tidak ada anggaran-anggaran dari luar negeri seperti yang disampaikan. Tidak ada.

Dalam draf RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme memuat klausul peli­batan TNI secara aktif. Anda setuju tidak?
Saya pikir di negara demokrasi yang paling baik adalah penega­kan hukum.

Anda setuju TNI dilibatkan?
Nggak ada masalah. Pencegahan, intelijen kita melibatkan TNIjuga. Kemudian pencegahan deradikalisasi, kontra radikalisasi. Khusus masalah penindakan itu tetap dikedepankanpenegakan hu­kum. Saya pikir itu.

Selain soal terorisme, tindak kejahatan seksual terhadap anak juga marak akhir-akhir ini. Apa ada formula khusus untuk memberantasnya?

Kita ada kegiatan pencega­han ya. Mengedapankan fung­si-fungsi Binmas (pembinaan masyarakat), kemudian fungsi-fungsi intelijen di wilayah nanti akan disampaikan.

Selain itu?

Yang kedua, kita kan ada unit khusus mengenai penanganan Perlindungan Perempuan dan Anak, PPA namanya. Di Mabes Polri sudah ada, tingkat Polda ada, tingkat Polres ada, nanti kita perluas di tingkat Polsek. ***


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya