Berita

mahyudin/humas mpr

Mahyudin Jadi Tamu Kehormatan Temu Kangen Alumni Unlam'89

SABTU, 16 JULI 2016 | 14:36 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua MPR, Mahyudin hadir sebagai tamu kehornatan dalam acara halal bihalal dan temu kangen Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat ( Unlam ) Banjarmasin angkatan '89.

Acara yang digelar hari ini (Sabtu, 16/7 ) dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, anggota DPR RI Agata Suli, Rektor Unlam Sutarto Hadi, Dekan Fakultas Teknik Yulian Firmana dan sekitar 100 alumnus.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyudin yang juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Penasehat Alumni mengatakan bahwa momen pertemuan halal bihalal dan temu alumni jangan hanya menjadi acara seremoni belaka, tapi harus diperbesar dengan diskusi bersama, terutama soal bangsa.


"Saya berdiskusi dengan rektor dan dekan soal permasalahan seputar dunia pendidikan Indonesia. Saya menyatakan rasa miris saya soal peringkat kualitas perguruan tinggi Indonesia di level dunia.  Perguruan tinggi di Indonesia bahkan sulit sekali masuk sebagai perguruan tinggi terbaik di dunia.  Bahkan ada wacana ingin mendatangkan rektor dari negara luar untuk menjadi rektor agar perguruan tinggi Indonesia menjadi lebih berkualitas," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Mahyudin, ada perusahaan besar dan pengusaha besar yang membangun proyek besar dan prestisius di Indonesia namun, tenaga-tenaga ahli dan konsultan direkrut dari luar negeri.

"Ini yang membuat miris padahal banyak sekali orang-orang pintar di negara ini. Ketidakpercayaan dan keraguan akan kualitas orang Indonesia yang harus kita lawan dan buktikan bahwa kita bisa dan sama berkualitasnya dengan tenaga asing.  Hal ini yang mesti kita diskusikan," katanya.

Secara khusus kepada alumni dan kampus Unlam dan secara umum kepada seluruh kampus dan akademisi seluruh Indonesia, ia meminta agar selalu berupaya keras memperkuat dunia pendidikan dan menaiikan kualitas tenaga pengajar dan mahasiswa dengan banyak update banyak belajar dan jangan berhenti belajar.

"Ilmu di semua bidang selalu berkembang dan selalu ada inovasi baru setiap saat. Jika kita tidak mengikuti, maka akan tertinggal sangat jauh dengan negara lain," tandasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya