Berita

ilustrasi/net

Pemprov DKI Akan Gandeng Google Kembangkan Pokemon Go

SABTU, 16 JULI 2016 | 01:45 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Meski belum dirilis secara resmi di wilayah Asia, termasuk Indonesia, game Pokemon Go banyak diminati dan telah dimainkan banyak masyarakat nusantara.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkannya untuk mempromosikan Wisata Balai Kota dan meningkatkan pengunjung Monumen Nasional. Kepala Unit Pelaksana Teknis Jakarta Smart City Setiaji akan menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi Google atau dengan pihak pengembang game Niantic Inc .

Dia ingin monster dalam game Pokemon Go ada banyak di beberapa titik, terutama di tempat wisata semisal Monumen Nasional atau Balai Kota.


"Minggu depan, kita minta waktu kepada pihak Google untuk membicarakan ini lagi. Kami juga akan bicarakan dengan pihak Nintendo atau dengan Niantic," ujar Setiaji di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (15/7).

Setiaji menyatakan masih menunggu Pokemon Go dirilis secara resmi di Indonesia. Setelahnya, selain menentukan titik, ucap Setiaji, pihaknya juga ingin menjadikan Balai Kota sebagai tempat bertarung antar Pokemon.

"Balai Kota bisa dijadikan semacam gym (tempat bertarung antar Pokemon). Jadi semacam tempat pertarungan. Biar orang bisa lebih sering ke Balai Kota," imbuh Setiaji.

Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan pengunjung Monas dan Balai Kota, "Konsep dasarnya kita pengin memaksimalkan obyek wisata kita, dengan menggunakan Pokemon Go," tuturnya.

Pokemon Go merupakan game berbasis augmented-reality atau teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Pokemon Go menggunakan teknologi geolocation untuk menempatkan karakter Pokemon maya di dunia nyata. Dalam game tersebut, para pemain berlomba-lomba bepergian ke lokasi tertentu, memburu dan menangkap beragam monster lucu.

Pokemon Go untuk saat ini belum diluncurkan di semua negara. Game populer ini baru tersedia di Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat saja. Sejak dirilis pada 6 Juli lalu, game ini sudah diunduh lebih dari 7 juta kali di Amerika Serikat. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya