Berita

ignasius jonan/net

Politik

Gerindra: Pusat Kesalahan Tragedi Brexit Adalah Menteri Jonan

JUMAT, 15 JULI 2016 | 18:52 WIB | LAPORAN:

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diminta mundur. Mantan Dirut KAI itu dianggap gagal dalam mengatasi arus kemacetan pasca mudik lebaran Idul Fitri 1437 H kemarin. Paling parah, Jonan dianggap lalai dan tak bisa menjamin keselamatan pemudik yang melintas di exit tol Brebes (Brexit).

"Masalah ini adalah masalah besar karena menyangkut nasib, kenyamanan dan keselamatan jiwa," tegas Ferry Juliantono kepada redaksi, Jumat (15/7).

Ferry juga meminta peristiwa tewasnya dan musibah kecelakaan saat mudik diusut tuntas. Sehingga, peristiwa tersebut menjadi evaluasi pemerintahan Jokowi-JK. "Peristiwa kemarin adalah kelalaian yang menyebabkan rakyat menderita," ujar Ferry.


"Jangan karena lebaran sudah lewat terus masalah ini dianggap selesai. Saya menyesali sikap anti rakyat dan kesombongan dari menteri perhubungan."

Menurut Ferry, Jonan seharusnya mengetahui bahwa berdasarkan  Inpres 3 tahun 2004 Tentang Koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tugas Menteri Perhubungan sebagai koordinator yang tugasnya membentuk tim koordinasi penyelenggaraan angkutan, menyusun rencana operasi angkutan dan membuat kebijakan khusus utk kelancaran semuanya.

"Jadi pusat kesalahan (tragedi Brexit) adalah Menhub (Ignasius Jonan). Ini kegagalan pemerintah, tentunya masyarakat harus kritis supaya pejabat tahu diri dan sopan terhadap drakyat. Jadi kita harapkan Komisi V DPR RI selaku mitra kerja Menteri Perhubungan untuk memanggil Jonan dan harus dibentuk Panja," paparnya.

Terkait pergantian menteri jilid II yang saat ini tengah ramai dibicarkan, Ferry kembali menegaskan. Salah satu menteri yang ramai untuk digantikan adalah Menteri Perhubungan Iqnatius Jonan. "Saya setuju bilamana Presiden Jokowi mengevaluasi Menteri Jonan. Atau digantikan dengan orang yang lebih baik dari Jonan," demikian Ferry. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya