Berita

Hukum

Jumlah Petugas Lapas Jangan Terus Jadi Alasan Napi Kabur

KAMIS, 14 JULI 2016 | 14:42 WIB | LAPORAN:

. Keberhasilan narapidana kasus pembunuhan dan pemerkosaan anak, Anwar alias Rizal, kabur dari Lapas Salemba, harus diakui sebagai kenyataan akibat minimnya jumlah petugas Lapas di Indonesia.

Namun, alasan tersebut tidak bisa terus menerus dijadikan pembenaran oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Untuk mengatasi kurangnya atau tidak berimbangnya jumlah petugas Lapas dengan Napi yang harus dijaga, Menkum HAM harus mengajak Kapolri untuk membuat nota kesepahaman atau MoU.


"Saya tahu dari setiap kunjungan ke Lapas, satu regu cuma 5 sampai 7 orang untuk menjaga 350 Napi. Enggak rasional. Bisa terjadi pemberontakan. Saya sudah menyaurakannya di Komisi III karena menyangkut anggaran. Saya menyarankan agar sementara ada kerjasama," kata anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7).

Kerjasama dengan Polri itu sebagai taktik menyiasati kekurangan anggaran di Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan anggaran petugas Polri yang berjaga di Lapas diambil dari pos anggaran Polri.

"Misalnya di setiap 24 jam, 5 sampai 7 petugas Lapas diperkuat polisi 3 orang. Muter-terus. Di seluruh Indonesia. Tapi persoalan klasiknya anggaran. Itu lebih baik anggarannya di Polri. Anggota Polri yang berjaga dapat tambahan," jelas politisi PPP ini. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya