Berita

net

Politik

PILKADA DKI 2017

Teman Ahok Bakal Makin Blunder

SELASA, 12 JULI 2016 | 17:18 WIB | LAPORAN:

Perjalanan organisasi relawan Teman Ahok diprediksikan bakal anti klimaks dan menciptakan blunder baru bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Apalagi, Teman Ahok, dan orang-orang yang memberikan pernyataan dukungan tertulis karena aneka janji manis yang diumbar selama ini secara terus menerus.

Demikian dikatakan politisi muda PDI Perjuangan Adian Napitupulu kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (12/7).

Anggota Komisi VII DPR RI itu tidak merasa heran jika perjalanan Teman Ahok bakalk makin blunder ke depan. Pasalnya, desain awal sang sutradara yang merekayasa lahirnya lima super hero muda yang tidak pernah berlatih politik sama saja dengan ibarat menonton film tentang anak muda culun yang mendadak jadi super hero karena digigit laba-laba yang kena radiasi.


"Mereka seperti film yang enak ditonton tapi sesungguhnya tidak layak dipercaya apalagi diikuti," kata Adian.

Menurutnya, untuk menilai sebuah cerita bohong atau tidak cukup dengan menggunakan nalar. Dan semakin heroik sebuah cerita maka sebenarnya semakin besar kebohongan di baliknya. Cerita tentang lima anak muda yang tidak mengerti dunia bisnis tapi tiba tiba sanggup mengelola modal Rp 500 juta menjadi berlipat 1.300 persen dalam waktu satu tahun merupakan cerita yang sangat Heroik.

"Cerita lima anak muda yang mengumpulkan 770.000 KTP dalam delapan bulan lalu dibakar. Kemudian mengumpulkan lagi satu juta KTP baru lengkap dengan formulir bertanda tangan hanya dalam waktu 90 hari tentu cerita yang amat sangat heroik. Dua cerita yang heroik luar biasa itu tentu sangat dekat dengan kebohongan," jelas Adian.

Kebohongan lainnya dipertontonkan lagi ketika Teman Ahok merayakan keberhasilan perolehan satu juta KTP dukungan untuk Ahok pada 20 Juni lalu. Lucunya, hitung manual baru dilakukan tanggal 29 Juni atau sembilan hari kemudian.

"Nah lho, mana yang bohong, perayaannya yang bohong atau hitung manualnya yang bohong," tanya Adian.

Dia mengilustrasikan, apa yang dilakukan Teman Ahok mirip kisah gadis ABG yang lugu dan polos. Kemudian datang germo dengan menjanjikan panggung penuh kilatan blitz kamera. Sang germo pun memberi mimpi bahwa setelah populer maka uang segera menyusul.

Panggung disiapkan, kilatan foto dan wawancara silih berganti, uang menghampiri entah berapa banyak. Gemuruh sorak sorai dan pujian membuat ABG lugu semakin larut lalu mabuk terlena dan tidak mampu membedakan kenyataan dan kepalsuan, mana kebenaran dan kebohongan. Pelan tapi pasti, sang gadis ABG sudah berubah menjadi pelacur politik baru. Dengan berbohong, menjebak, bersiasat, manipulatif tapi tetap memperlihatkan wajah tidak berdosa.

"Buah simalakama telah dipetik tak mungkin di rekat lagi ke tangkainya, dimakan ibu mati, tidak dimakan bapak yang mati. Satu juta KTP sudah diklaim, sulit meralatnya. Walau aneh, kok bisa Ahok justru menjadi ragu ketika satu juta KTP dari syarat minimal 525.000 KTP justru sudah ada," beber Adian.

Ditambahkannya, kondisi itu membuat Ahok mulai berpikir ikut jalur partai politik untuk maju di Pilkada DKI 2017. Di saat klaim satu juta KTP sudah dirayakan pestanya.

"Blunder. Keraguan Ahok menular dan membuat rakyat berpikir. Kenapa harus ragu jika dari satu juta KTP itu tidak ada yang palsu. Aneh, saat Teman Ahok baru lima orang, Ahok sangat yakin tapi ketika Teman Ahok dengan ilmu Sun Go Kong-nya bertambah berlipat jadi satu juta kenapa yang muncul justru keraguan," demikian Adian. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya